Dokter Harus Tahu Cara Hadapi Hacker

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 18 Jun 2017 15:37 WIB
cyber security
Dokter Harus Tahu Cara Hadapi Hacker
Ilustrasi. (D. Thomas Magee)

Metrotvnews.com: Sejauh ini, belum ada serangan yang ditujukan pada alat pacu jantung. Padahal, para peneliti keamanan telah menunjukkan bahwa hal ini sangat mungkin terjadi.

Bahkan Komisi Dagang Federal (FTC) telah mendorong para pembuat perangkat medis yang terhubung ke internet untuk menggunakan keamanan siber yang terbaik. 

Karena para manufaktur perangkat ini tidak bisa dipercaya untuk memberikan keamanan terbaik, para profesional medis kini mengambil langkah drastis untuk menyelamatkan pasien. Dalam Cyber Med Summit, para dokter mengadakan sebuah pelatihan peretasan untuk para profesional medis, lapor Engadget.

Konferensi ini menggabungkan diskusi dengan simulasi live-action yang memaksa dokter untuk menghadapi krisis medis yang sama sekali baru. Misalnya bagaimana cara menangangi krisis ketika pasien -- atau lebih tepatnya, teknologi yang membuat mereka tetap hidup -- diretas. 

Dalam konferensi ini, ada 3 latihan penanganan gawat darurat ketika detak jantung dan pompa insulin pasien telah diretas dan dokter harus bertindak cepat untuk menyelamatkan nyawa pasiennya. Josh Corman, pendiri I Am The Cavalry dan salah satu penyelenggara acara ini, berkata, simulasi krisis inilah yang menyadarkan mereka akan pentingnya konferensi ini.

"Tiga simulasi ini menyertakan pompa insulin, pompa infus, dan alat pacu jantung," kata Corman.

"Ketika seorang dokter menemukan sebuah teknologi pompa bermasalah, dia berkata dia akan mengganti pompa tersebut. Namun, kami menjelaskan, itu tidak bisa dilakukan jika semua pompa yang ada berhasil diretas."

Beberapa skenario ini dilakukan pada boneka yang realistik. Melihat "pasien mati beberapa kali" adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. "Saat itulah kami sadar bahwa para dokter sepenuhnya percaya pada teknologi yang mereka gunakan. Dan masalah terjadi ketika teknologi itu gagal bekerja sesuai perkiraan."


(MMI)

Video /