Amazon dan Apple Bantah Ada Alat Spionase di Server

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 08 Oct 2018 10:44 WIB
appleamazoncyber security
Amazon dan Apple Bantah Ada Alat Spionase di Server
Ilustrasi.

Jakarta: Baik Apple dan Amazon membantah tuduhan bahwa server mereka mengandung chip yang memungkinkan Tiongkok untuk memata-matai Amerika Serikat.

Akhir pekan lalu, muncul laporan bahwa pada motherboard untuk server yang digunakan Amazon dan Apple, terdapat microchip yang dapat digunakan untuk memata-matai AS.

Dilaporkan, kedua perusahaan menemukan chip yang lebih kecil dari beras itu dan melaporkannya pada pihak berwajib. Namun, keduanya telah membantah tuduhan tersebut. 

Kedua perusahaan memberikan jawaban yang detail. Ini adalah sesuatu yang aneh. Biasanya, ketika perusahaan menemukan celah pada sistem keamanan, mereka hanya akan membuat janji untuk memperketat keamanan mereka, lapor The Verge

Misalnya, dalam kasus Celebgate iCloud, yang menyebabkan bocornya foto telanjang berbagai selebritas. Ketika itu, Apple hanya mengaku marah dan menyangkal bahwa ada celah keamanan di layanan mereka.

Lain halnya dalam kasus ini. Baik Apple dan Amazon membantah semua tuduhan yang diarahkan pada mereka. 

"AWS tidak tahu tentang adanya masalah pada jaringan penyuplai, masalah dengan chip jahat atau modifikasi hardware ketika membeli Elemental. Laporan salah lainnya adalah AWS tahu tentang server yang mengandung chip jahat atau termodifikasi pada data center di Tiongkok, atau laporan yang menyebutkan AWS bekerja sama dengan FBI untuk menyelidiki atau menyediakan data tentang hardware bermasalah ini," kata Amazon. 

"Selama satu tahun belakangan, Bloomberg telah menghubungi kami beberapa kali dengan berbagai klaim, terkadang samar, terkadang mendetail terkait tuduhan akan masalah keamanan di Apple. Setiap kali, kami melakukan penyelidikan internal yang mendalam berdasarkan pertanyaan mereka dan setiap kali itu pula kami tidak menemukan bukti dari pernyataan mereka," ujar Apple. 

"Terkait hal ini, kami bisa sangat tegas: Apple tidak pernah menemukan chip jahat, "manipulasi hardware" atau kelemahan yang secara sengaja ditanam pada server kami. Apple tidak pernah menghubungi FBI atau badan lain terkait masalah tersebut. Kami tidak tahu akan adanya penyelidikan oleh FBI atau hubungan kami dengan badan berwajib lain," katanya. 

Ketegasan kedua perusahaan memunculkan pertanyaan siapakah yang mengatakan hal yang sebenarnya. Jika tuduhan yang ditujukan pada Apple dan Amazon memang benar, berarti mereka sengaja berbohong dan membahayakan keamanan nasional. 

"Jelas ada bantahan resmi akan laporan ini tapi ketiadaan informasi teknis yang lengkap tidak mendukung pernyataan itu," kata Andrea Barisani, Head of Hardware Security, F-Secure, perusahaan keamanan siber dan antivirus.

"Memang mungkin untuk melakukan serangan dari penyuplai yang bisa memengaruhi keamanan hardware COTS (Commercial Off The Shelf), meski implementasinya cukup sulit."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.