Qualcomm Ingin Tiongkok Larang iPhone XS dan XR

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 14 Dec 2018 10:25 WIB
appleiphonequalcomm
Qualcomm Ingin Tiongkok Larang iPhone XS dan XR
Qualcomm ingin membuat pengadilan Tiongkok melarang penjualan iPhone XS dan XR. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Qualcomm berusaha agar iPhone terbaru dilarang dijual di Tiongkok setelah memenangkan pengadilan, membuat beberapa model iPhone lama dilarang dijual.

Menurut Financial Times, Qualcomm kini meminta pengadilan Tiongkok untuk mengeluarkan perintah yang melarang Apple menjual iPhone XS, XS Max, dan XR di dalam negeri dengan alasan pelanggaran paten yang sama.

Tuntutan baru Qualcomm ini akan membuat konflik hukum dengan Apple menjadi semakin memanas di Tiongkok. Sejauh ini, Apple mengacuhkan perintah pengadilan.

Apple mengklaim, larangan ini hanya berlaku untuk iPhone yang menggunakan iOS 11 atau versi iOS yang lebih lama. Mengingat sekarang semua iPhone telah menggunakan iOS 12, Apple percaya mereka tetap bisa menjual iPhone mereka, lapor The Verge.

Sementara itu, pengadilan di Tiongkok disebutkan tidak menyebutkan secara spesifik versi sistem operasi pada iPhone yang dilarang dijual. Namun, itu bukan berarti bahwa Apple salah. Ini artinya, ada hal lain yang harus dibahas di pengadilan.

Qualcomm memenangkan pengadilan dan membuat pengadilan melarang penjualan iPhone 6s, 6s Plus, 7, 7 Plus, 8, 8 Plus, dan X di Tiongkok dengan alasan Apple telah melanggar hak paten mereka.

Apple membantah, menyebutkan bahwa meskipun Qualcomm menang, Apple tidak lagi melanggar paten Qualcomm karena mereka menggunakan sistem operasi baru. Itu berarti, Apple tetap bisa menjual iPhone mereka.

Alasan Qualcomm menekan Apple adalah untuk mendorong perusahaan pembuat iPhone itu untuk membahas masalah ini di luar pengadilan. Sejauh ini, dua perusahaan itu telah beradu di berbagai negara di seluruh dunia.

Sekilas, Qualcomm tampaknya tengah kalah. Tidak hanya karena Qualcomm harus melawan Apple, beberapa pemerintah menuntut Qualcomm karena dianggap melakukan monopoli.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.