Ada Alat Mata-Mata di Server Operator Telekomunikasi AS?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 10 Oct 2018 11:02 WIB
cyber security
Ada Alat Mata-Mata di Server Operator Telekomunikasi AS?
Ilustrasi.

Jakarta: Setelah pemberitaan mengejutkan bahwa dalam server Apple dan Amazon diduga tertanam microchip spionase asal Tiongkok, kini muncul laporan baru. 

Dikutip dari The Verge, laporan terbaru menyebutkan bahwa server Supermicro yang diduga mengandung komponen spionase juga digunakan oleh salah satu operator telekomunikasi di Amerika Serikat. Peneliti sistem keamanan telekomunikasi, Yossi Appleboum mengakui hal tersebut.

Appleboum adalah Co-CEO dari Sepio Systems dan dia juga pernah bekerja di Israeli Army Intelligence Corps. Sepio Systems fokus akan keamanan pada hardware. Satu operator telekomunikasi meminta perusahaan untuk memindai beberapa data center besar.

Mereka menemukan komunikasi yang tidak biasa dari server Supermicro. Ketika mereka melakukan penyelidikan lebih lanjut, mereka menemukan adanya implan pada port Ethernet. 

Appleboum menyebutkan bahwa Supermicro menggunakan jasa pihak ketiga untuk proses produksi motherboard mereka di kota Guangzhou, yang hanya berjarak 90 mil dari Shenzhen, yang dikenal sebagai Sillicon Valley Hardware di Tiongkok.

Appleboum mengaku mendapatkan informasi dari orang-orang yang bekerja untuk badan intelijen negara Barat.

Dalam laporan minggu lalu, dikabarkan bahwa terdapat microchip pada motherboard di server Apple dan Amazon untuk memata-matai AS. Sekarang, manipulasi hardware dalam kasus kali ini ada pada port Etherrnet yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke jaringan internet. 

Terjadi komunikasi tidak biasa dari server buatan Supermicro. Ketika ditanya terkait data apa yang dikirimkan oleh server tersebut, para teknisi perusahaan telekomunikasi tidak bisa menjawab.

Masih belum diketahui apakah operator telekomunikasi yang menggunakan server Microchip ini menghubungi FBI. Juru bicara FBI juga menolak untuk berkomentar.

Sejauh ini, tiga dari empat operator di AS mengatakan bahwa mereka tidak menggunakan server Supermicro. Sementara satu operator lainnya menolak untuk berkomentar. 

Appleboum tidak bisa menyebutkan nama perusahaan yang mempekerjakannya untuk menyelidiki celah pada server karena dia terikat oleh perjanjian kerahasiaan. 

Supermicro membantah tuduhan ini. Meskipun begitu, ini tidak menghentikan jatuhnya nilai saham mereka. 

Sebelumnya, pihak Apple dan Amazon telah membantah tuduhan dari tentang penggunaan server yang mengandung alat spionase. Pernyataan mereka bahkan mendapatkan dukungan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.