Pengguna Kartu Visa dengan Chip EMV tak Perlu Lagi Berikan Tanda Tangan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 14 Jan 2018 17:28 WIB
teknologi
Pengguna Kartu Visa dengan Chip EMV tak Perlu Lagi Berikan Tanda Tangan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Jakarta: Visa telah mengumumkan, mulai bulan April, orang-orang yang menggunakan kartu kredit dari Amerika Utara tidak lagi harus memberikan tanda tangan ketika mereka melakukan pembelian.

Visa menjadi perusahaan kartu kredit keempat yang mengambil langkah ini. Selain Visa, American Express, Discover dan Mastercard juga telah mengumumkan bahwa penggunanya tidak lagi perlu menggunakan tanda tangan ketika melakukan pembelian. 

Sama seperti tiga perusahaan kartu kredit lainnya, Visa mengklaim bahwa keamanan yang lebih baik berkat adanya chip EMV dan fitur keamanan lainnya membuat pengguna tidak lagi perlu membubuhkan tanda tangan ketika mereka melakukan pembelian, lapor The Verge

"Visa memiliki komitmen untuk memberikan sistem pemabayaran yang aman, cepat dan nyaman," kata ‎Vice President, Product Initiatives, ‎Visa, Dan Sanford dalam pernyataan resmi, seperti yang dikutip dari Engadget.

"Fokus kami adalah untuk terus mendorong pasar untuk menggunakan metode autentikasi dinamis seperti chip EMV dan juga menanamkan investasi di teknologi baru terkait analitik dan biometrik.

"Kami percaya, tidak lagi mewajibkan pengguna membubuhkan tanda tangan di penjual yang menggunakan chip EMV adalah langkah berikutnya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan ketika pengguna melakukan pembayaran."

Dalam sebuah blog post, Visa menyebutkan bahwa mereka hanya tidak mewajibkan tanda tangan untuk penjual yang telah menggunakan chip reader atau sistem pembayaran contactless.

Sementara toko yang belum menggunakan teknologi terbaru masih harus meminta tanda tangan pengguna kartu kredit.

Visa juga menyebutkan, penjual juga bisa menentukan apakah mereka masih ingin meminta tanda tangan dari pemegang kartu kredit. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.