Kepemilikan Speaker Cerdas Naik 128% Selama 2017

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 15 Jan 2018 14:18 WIB
googleamazon
Kepemilikan Speaker Cerdas Naik 128% Selama 2017
Kepemilikan speaker cerdas di Amerika Serikat meningkat sebesar 128 persen sejak Januari 2017.

Jakarta: Survei terbaru yang dirilis National Public Radio (NPR) dan Edison Research mengungkap jumlah pemilik speaker cerdas karya Amazon atau Google di Amerika Serikat meningkat sebesar 128 persen sejak Januari 2017.

Sebagian besar sampel penelitian yaitu sebesar 51 persen menyebut saat ini lebih banyak menggunakan speaker cerdas jika dibandingkan saat memperoleh pertama kali perangkat.

Responden survei juga menyebut kini lebih banyak menghabiskan waktu untuk berinteraksi dengan Assistant atau Alexa di speaker cerdas, jika dibandingkan smartphone atau televisi.

Selain itu, peneliti juga memperkirakan sebanyak 39 juta warga Amerika Serikat atau sekitar 16 persen dari populasi memiliki speaker cerdas. Sebelas persen dari responden survei memiliki Amazon Echo dan empat persen lainnya memiliki Google Home, namun tidak dilaporkan persentase pemilik kedua perangkat tersebut.

Survei ini juga melaporkan sebanyak 71 persen responden menyebut lebih mendengarkan audio sejak memiliki speaker cerdas, sementara 39 persen menyebut lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan speaker cerdas dibandingkan dengan radio tradisional.

Sementara itu, 60 persen lainnya menyebut memutar musik menjadi aktivitas yang sering dilakukan dengan memanfaatkan speaker cerdas saat berkumpul dengan keluarga dan rekan.

Persentase aktivitas mendengarkan musik dengan rekan meningkat dua kali lipat, jika dibandingkan dengan kegiatan lain seperti menanyakan pertanyaan umum sebesar 30 persen dan cuara sebesar 28 persen.

Selain itu, survei ini juga menemukan bahwa sebanyak 31 persen pengguna menggunakan speaker cerdas untuk mengendalikan perangkat peralatan cerdas di sekitar rumah mereka selama satu minggu sebelum survei dilakukan.

Sebanyak 30 persen pemilik speaker cerdas juga dilaporkan ingin membeli unit kedua untuk mengendalikan lebih banyak produk rumah cerdas di ruangan lainnya.

Survei ini dilakukan dengan menanyakan pertanyaan kepada 1.010 warga Amerika Serikat berusia dewasa via panggilan telepon, dan 806 warga Amerika Serikat dewasa via online


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.