Celah di iOS 11 Cegah Pengguna Ketik Huruf I

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 07 Nov 2017 08:03 WIB
apple
Celah di iOS 11 Cegah Pengguna Ketik Huruf I
Sejumlah pengguna iPhone iOS 11 menemukan bug baru, mencegah mereka untuk mengetik huruf I yang akan muncul sebagai huruf A.

Metrotvnews.com: Sejumlah pengguna menemukan bug baru di iOS 11, pada sistem prediksi teks berbasis cloud milik Apple. Bug tersebut dilaporkan mencegah pengguna iPhone mengetik huruf "I" pada perangkat mereka.

Bug tersebut menyebabkan pengguna yang mengetik huruf "I" pada perangkat disuguhi dengan huruf "A", didampingi dengan karakter unicode aneh, saat diketik di kolom teks. Karakter unicode tersebut muncul sebagai karakter tidak teridentifikasi "[?]" dan berada di sebelah huruf "A", atau sebagai lima batang horisontal yang tertumpuk satu sama lain.

Kemunculan unicode aneh tersebut dilaporkan berbeda, sesuai dengan aplikasi yang digunakan pengguna sebagai medium pengetikan huruf. Permasalahan ini dialami oleh sejumlah pengguna iPhone bersistem operasi iOS 10 dan iOS 11 dan pengguna perangkat Mac.

Cara penyelesaian dasar seperti melakukan reset pada kamus keyboard terpersonalisasi pengguna, atau dengan melakukan restart perangkat disebut salah satu pengguna Reddit tidak mampu memperbaiki permasalahan tersebut. Menurut MacRumors, staf Apple Support memberikan solusi sementara, dengan melakukan perubahan pada pengaturan "Text Replacement".

Bagi pengguna yang mengalami permasalahan akibat bug tersebut, dapat menerapkan solusi sementara dengan mengakses Settings, kemudian cari bagian General, kemudian Keyboard, lalu Text Replacement, dan mengganti seluruh penggunaan huruf kapital "I" dengan huruf "i" kecil.

Sebelumnya, sejumlah pemilik iPhone X mengaku mengembalikan ponsel cerdas unggulan terbaru Apple tersebut, akibat merasa kecewa dengan fungsi dan cara pakai fitur baru yang disuguhkan smartphone. Kekecewaan pengguna juga didorong oleh layar OLED yang dinilai tidak mampu menampilkan performa lebih baik jika dibanding panel LCD yang digunakan Apple pada iPhone 6s.

Sementara itu, persaingan Samsung dan Apple kembali memanas, ditandai oleh sindiran Samsung untuk Apple pada iklan terbarunya bertajuk Grow up with an upgrade Galaxy. Iklan tersebut menggambarkan perjalanan Samsung dan Apple sejak tahun 2007, melalui pria yang menemukan iPhone miliknya tidak lebih baik dari Samsung Galaxy di berbagai skenario.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.