Nokia Mungkin Setop Bisnis Wearable

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 16 Feb 2018 16:13 WIB
nokia
Nokia Mungkin Setop Bisnis Wearable
Nokia mungkin akan menutup divisi wearable miliknya.

Jakarta: Nokia kesulitan untuk mencari bisnis yang relevan setelah mereka berhenti memproduksi ponsel.

Bisnis wearable terlihat menarik. Karena itu, mereka mengakuisisi perusahaan elektronik asal Prancis, Withings pada 2016. Satu tahun kemudian, nama perusahaan diubah menjadi Nokia Health. 

Sayangnya, selama satu tahun belakangan, industri wearable tidak menunjukkan pertumbuhan. Dalam sebuah pernyataan resmi, Nokia mengaku bahwa mereka akan mempertimbangkan kembali strategi mereka, seperti yang disebutkan oleh TechCrunch

"Nokia mengumumkan bahwa kami telah melakukan peninjauan strategi untuk bisnis Digital Health," kata Nokia dalam pernyataan resmi.

"Tinjauan strategis dari bisnis Digital Health ini mungkin akan berakhir dengan transaksi atau perubahan lainnya. Pengumuman selanjutnya tentang bisnis Digital Health akan dibuat pada waktu yang tepat."

Dalam jangka pendek, itu artinya, Nokia akan merumahkan setidaknya 425 orang di Finlandia, lapor Reuters. Memang, angka itu tidak banyak jika dibandingkan dengan 6.300 orang yang Nokia pekerjakan di negara asalnya atau total pekerja Nokia di dunia, yang mencapai 103 ribu orang. 

Nokia sempat merajai pasar ponsel. Namun, mereka gagal mengikuti revolusi smartphone. Mereka menjual divisi ponsel mereka ke Microsoft, yang pada akhirnya mematikan bisnis tersebut. Memang, smartphone Nokia masih ada hingga kini. Namun, ponsel itu tidak lagi dibuat oleh Nokia, tapi oleh HMD, perusahaan yang memegang lisensi merek Nokia. 

Sayangnya, kini, pasar wearable tidak lagi tumbuh, memaksa perusahaan-perusahaan yang bekerja di bidang tersebut untuk berhenti membuat wearable atau menjual divisi wearable ke perusahaan lain.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.