Uber Selesaikan Tuntutan Hukum Dengan Waymo

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 12 Feb 2018 16:13 WIB
googleuber
Uber Selesaikan Tuntutan Hukum Dengan Waymo
Uber menyelesaikan tuntutan hukum antara perusahaannya dengan Waymo.

Jakarta: Uber sepakat menyelesaikan tuntutan hukum yang dilayangkannya kepada Waymo, terkait insiden pencurian rahasia pedagangan perusahaannya. Sebagai bagian dari penyelesaiannya, Uber sepakat untuk bekerja sama dengan Waymo.

Kerja sama antara Uber dan Waymo ditujukan untuk memastikan bahwa LIDAR dan software miliknya hanya mewakili karya teknisi Uber. Kesepakatan tersebut juga didukung dengan penyelesaian secara finansial bernilai hampir sebesar USD244 juta (Rp3,3 triliun) dalam bentuk saham.

Nilai tersebut setara dengan 0,34 persen dari ekuitas Uber, senilai pendanaan seri G-1, yang menjadikan valuasi Uber mencapai nilai sebesar USD72 miliar (Rp1.028,5 triliun). CEO Uber Dara Khosrowshahi menyebut hal ini menjadi cara untuk menetapkan masa depan lebih baik untuk perusahaannya.

Dara Khosrowshahi juga menyebut bahwa dirinya tidak percaya bahwa rahasia perdagangan tersebut akan menghalangi program mobil nirsopir Google ke usaha terbaru Uber. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa pegawai Waymo telah meminta orang lain untuk membantu dan bergabung dengan Otto.

Hal ini juga dinilai Khosrowshahi memunculkan peluang dokumen Google milik mereka tertinggal, sehingga dalam retropeksi, menimbulkan pertanyaan yang sulit. Khosrowshahi juga menyakini bahwa Uber tidak menggunakan informasi milik Waymo pada teknologi nirsopirnya. 

Alphabet, induk perusahaan Waymo, disebut Khosrowshahi sebagai investor penting bagi Uber, dengan visi serupa bahwa kekuatan teknologi dapat mengubah hidup masyarakat menjadi lebih baik.

Khosrowshahi tidak menyangkal bahwa keduanya adalah kompetitor, sehingga meski tidak sepakat pada beberapa hal lain, Uber sepakat bahwa akusisinya terhadap Otto dapat ditangani secara berbeda.

Sementara itu, perwakilan Waymo mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan dengan Uber, untuk melindungi hak kekayaan intelektual milik Waymo saat ini dan di masa depan. Waymo juga berkomitmen untuk bekerja sama tersebut menjamin bahwa masing-masing perusahaan mengembangkan teknologi karya mereka.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.