Aplikasi Samsung Paling Banyak Konsumsi Baterai Ponsel

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 12 Feb 2018 22:24 WIB
cyber security
Aplikasi Samsung Paling Banyak Konsumsi Baterai Ponsel
Banyak sekali aplikasi yang memiliki dampak buruk bagi ponsel, salah satunya adalah menguras baterai ponsel.

Jakarta: Aplikasi hadir sebagai cara untuk mengakses layanan yang tersedia lewat smartphone. Tanpa disadari, sebetulnya ada aplikasi yang diam-diam sangat menguras baterai ponsel.

Perusahaan keamanan Avast membagikan hasil pengamatannya tentang aplikasi yang menguras baterai. Menurut Avast, ada dua jenis kategori aplikasi yang menguras baterai ponsel pengguna.

Avast melakukan pengamatan dengan periode Q3 2017, bulan Juli-September. Pengamatan dilakukan pada aplikasi yang tersedia di Google Play Store dengan jumlah pemakaian hingga 50.000 kali.

Avast membagi jenis aplikasi yang mengurasi baterai ponsel menjadi dua, yakni aplikasi di background app dan aplikasi yag aktif saat digunakan.

Pertama adalah aplikasi yang menguras baterai saat tidak digunakan sekalipun atau berjalan sebagai background app. Artinya aplikasi ini terus berjalan sejak smartphone aktif. 

Dalam 10 daftar aplikasi pengurasi baterai ponsel jenis tersebut 3 posisi teratas diisi oleh aplikasi buatan Samsung, yakni Samsung AllShare, Samsung Security Policy Updates, dan ChatON Voice & Video Chat.



Samsung AllShare, aplikasi ini digunakan untuk memudahkan seluruh perangkat buatan Samsung (smartphone, TV, dan PC) terhubung dan bisa berbagi konten seperti foto, video, dan musik.

Kemudian, Samsung Policy Updates yang merupakan aplikasi keamanan bawaan dari Samsung dan selanjutnya adalah ChatON Voice & Video Chat yang merupakan aplikasi komunikasi buatan Samsung. 

Beralih ke jenis kedua adalah aplikasi yang mengurasi baterai hanya pada saat digunakan. Hasil pengamatan Avast menyajikan masing-masing 10 aplikasi yang mengurasi baterai untuk dua kategori tersebut.



Pada jenis ini, dari tiga aplikasi di posisi teratas sebagai yang paling menguras baterai dua aplikasi di antaranya merupakan aplikasi Samsung.

Beaming Service for Samsung yang merupakan aplikasi bawaan Samsung untuk memindai barcode dan aplikasi kedua adalah Samsung WatchON, aplikasi penghubung ponsel dengan televisi untuk melakukan konfigurasi pada televisi Samsung lewat ponsel.

Di posisi ketiga ada aplikasi Netflix sebagai aplikasi streaming yang memang banyak diminiati pengguna ponsel karena koleksi film yang disajikan sangat lengkap dan populer.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.