AS Incar Hacker Rusia yang Infeksi Lebih dari 500 Ribu Router

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 28 May 2018 07:58 WIB
cyber security
AS Incar Hacker Rusia yang Infeksi Lebih dari 500 Ribu Router
Ilustrasi.

Jakarta: Lebih dari setengah juta router dan perangkat jaringan di 54 negara telah terinfeksi oleh malware canggih, ungkap peneliti dari Talos Intelligence Group milik Cisco. 

Malware yang dinamai VPNFilter oleh para peneliti ini mengandung killswitch untuk router, bisa mencuri informasi login dan password serta bisa memonitor sistem kendali industri.

Serangan dari malware ini bisa memutuskan akses internet ke semua perangkat, kata Willliam Largent, seorang peneliti dari Talos. 

Menurut laporan CNET, pada hari Rabu, FBI mendapatkan izin pengadilan untuk mengambil alih domain yang Departemen Kehakiman sebutkan digunakan oleh grup peretas Rusia -- yang dikenal dengan nama Sofacy Group -- untuk mengendalikan perangkat yang terjangkit malware.

Grup yang juga dikenal dengan nama Apt28 dan Fancy Bear ini telah mengincar badan pemerintah, militer dan keamanan setidaknya sejak 2007. 

"Operasi ini adalah langkah pertama dari gangguan botnet yang memungkinkan para aktor di dalam Sofacy untuk melakukan berbagai hal yang bisa digunakan untuk berbagai kepentingan jahat, termasuk pengumpulan informasi, pencurian informasi penting, dan serangan yang merusak," kata Assistant Attorney General, National Security John Demers. 

Serangan pada router tidak hanya berbahaya karena serangan tersebut bisa mematikan akses internet, tapi karena ia memungkinkan para hacker untuk menggunakan malware untuk memonitor aktivitas internet, termasuk penggunaan password

Pada bulan April, pemerintah Amerika Serikat dan Inggris mengeluarkan peringatan tentang hacker Rusia yang menargetkan jutaal router di seluruh dunia dengan tujuan untuk melakukan serangan besar-besaran. 

"Hampir semua hal mungkin terjadi, serangan ini pada dasarnya membuat jaringan tersembunyi yang memungkinkan sang penyerang untuk melakukan serangan yang sulit untuk ditentukan asalnya," kata Director Talos, Craig Williams. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.