Perusahaan Indonesia Makin Sadar Transformasi Digital

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 19 Jul 2018 17:44 WIB
vmwaretransformasi digital
Perusahaan Indonesia Makin Sadar Transformasi Digital
Ki:ka; Country Manager VMware Indonesia Cin Cin Go Cin Cin Go dan Sanjay K. Deshmukh, Vice President and Managing Director VMware SEAK. (Medcom.id)

Jakarta: Beberapa tahun belakangan, perusahaan mulai sibuk untuk melakukan transformasi digital.

Dalam acara Evolve Forum yang diadakan di Mandarin Oriental Hotel, VMware mengungkap bahwa kini perusahaan tidak lagi bertanya apakah mereka harus melakukan transformasi digital tapi bagaimana transformasi digital akan menguntungkan mereka. 

Ada beberapa alasan mengapa perusahaan semakin sadar akan pentingnya transformasi digital. Salah satunya adalah Indonesia memiliki pengguna internet yang besar.

Saat ini, pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 104,96 juta orang. Angka ini diperkirakan akan naik menjadi 133,39 juta pada 2021, menurut Statista. 

Selain itu, jumlah pengguna perangkat mobile di Indonesia juga banyak. Penetrasi perangkat mobile di Indonesia mencapai 67 persen dengan total pengguna mencapai 177 juta orang.

Tidak hanya itu, masyarakat Indonesia juga gemar untuk menggunakan media sosial. Sebanyak 120 juta orang menggunakan media sosial.



VMware adalah salah satu perusahaan yang menyediakan berbagai solusi, khususnya terkait virtualisasi, untuk membantu perusahaan melakukan transformasi digital. 

Sanjay K. Deshmukh, Vice President and Managing Director VMware South East Asia and Korea menjelaskan salah satu solusi yang ditawarkan oleh VMware yaitu NSX SD-Wan. Dia menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang luas. Hal ini biasanya memaksa perusahaan untuk membuka cabang di beberapa tempat. 

Solusi VMware bisa membantu perusahaan untuk menekan waktu pembukaan cabang dan juga mengurangi biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan kantor cabang tersebut.

Pria yang dipanggil Sanjay ini mengatakan, salah satu masalah yang biasa ditemui oleh perusahaan ketika mereka menyediakan aplikasi di cloud, mereka perlu menanamkan investasi besar untuk memberikan akses pada kantor cabang pada aplikasi itu.

Alasannya, kantor cabang biasanya tidak diizinkan untuk langsung mengakses cloud. Sebagai gantinya, mereka harus terhubung dengan data center di kantor pusat terlebih dahulu melalui proses yang disebut back call sebelum mereka dapat mengakses aplikasi di cloud. Sayangnya, proses ini memakan biaya yang kecil.

Solusi NSX SD-Wan dari VMware memungkinkan perusahaan membiarkan kantor cabang untuk mengakses langsung aplikasi mereka di cloud. Hal ini tidak hanya membuat biaya operasi kantor cabang menjadi lebih murah, tapi juga membuat proses pembukaan kantor cabang menjadi lebih sebentar.



"Ini menekan waktu pembukaan kantor cabang secara signifikan," kata Sanjay. "Jika biasanya diperlukan waktu sekitar 10 hari, dengan solusi waktu pembukaan bisa ditekan menjadi 1 atau 2 hari atau bahkan lebih cepat dari itu."

Selain itu, VMware juga memperkenalkan solusi NFV (Network Functions Virtualization) yang ditujukan khusus untuk operator telekomunikasi. Tujuannya adalah untuk membantu operator yang ingin membawa jaringan 5G ke Indonesia. Sama seperti NSX SD-Wan, solusi ini juga dapat membantu operator untuk menghemat ongkos. 

Saat ini, operator telekomunikasi memang sudah menggunakan virtualisasi untuk data center mereka. Tapi tidak begitu dengan core network mereka.

"Untuk core network, para operator masih menggunakan pendekatan lama menggunakan server fisik, ini tidak efisien," kata Sanjay. "Daripada membeli server fisik dari penyedia hardware jaringan, operator bisa membeli server Intel standar dan menggunakan solusi virtualisasi dari kami."

Salah satu operator telekomunikasi yang telah menggunakan solusi NFV dari VMware ini adalah Telkom. Country Manager VMware Indonesia Cin Cin Go mengatakan bahwa solusi VMware membantu Telkom untuk menghemat biaya hingga 40 persen. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.