Bangun Sistem Komunikasi Global, Google akan Gunakan 1.000 Satelit

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 07 Mar 2017 06:12 WIB
googletelekomunikasi
Bangun Sistem Komunikasi Global, Google akan Gunakan 1.000 Satelit
Ilustrasi.

Metrotvnews.com: Google sedang mengembangkan sistem komunikasi global dengan menggunakan satelit dalam jumlah besar (lebih dari 1.000 satelit) dan pos di daratan.

Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan jangkauan sinyal satelit dunia, mengurangi jumlah tabrakan satelit ketika ia mengitari Bumi dan berfungsi sebagai cadangan ketika sebuah satelit mengalami masalah. Tim pencari paten dari PatentYogi telah menemukan formulir paten dari Google yang menunjukkan informasi detail dari sistem komunikasi global ini, seperti yang disebutkan oleh The Next Web.

Menurut pendaftaran paten ini, grup satelit pertama akan diluncurkan pada ketinggian yang lebih tinggi dari grup kedua, sehingga sistem komunikasi dari Google ini akan memerlukan satelit dalam jumlah yang lebih sedikit, mengingat semakin tinggi satelit mengorbit, semakin besar luas jangkauannya.



Sementara grup satelit kedua akan diluncurkan dalam jumlah lebih banyak, menyediakan bandwidth sistem yang lebih besar dan mendukung pertumbuhan pengguna sistem komunikasi global. Kedua grup satelit ini akan dikoordinasi sedemikian rupa sehingga ia akan menjangkau setidaknya 75 persen permukaan Bumi.

Berbagai satelit yang ada di grup pertama dan kedua akan saling bekerja sama untuk membentuk konstelasi satelit. Satelit-satelit yang ada dalam konstelasi ini akan saling terhubung, sebagian dari satelit-satelit ini akan menjangkau kawasan yang sama sehingga ketika satu satelit mengalami masalah, yang lain akan dapat memberikan koneksi.

Konstelasi satelit ini terdiri dari satelit-satelit yang memiliki koneksi antar-satelit sehingga semua satelit akan saling terhubung. Masing-masing satelit akan dilengkapi dengan perangkat komunikasi dan antena ekstra untuk melacak lokasi satelit lain yang ada di kawasan yang sama atau berada di dekatnya sehingga satelit-satelit ini dapat saling berkomunikasi dengan satu sama lain.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.