Malware Windows Bersembunyi di Lebih dari 100 Aplikasi Android

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 06 Mar 2017 15:18 WIB
androidgoogle
Malware Windows Bersembunyi di Lebih dari 100 Aplikasi Android
Ada lebih dari 100 aplikasi Android yang memiliki malware Windows.

Metrotvnews.com: Google selalu berusaha untuk memastikan aplikasi-aplikasi yang ada di Play Store bebas dari malware. Namun, sesekali, ada aplikasi dengan malware yang berhasil melewati pemeriksaan Google.

Kali ini, ada malware yang terselip ke dalam lebih dari 100 aplikasi Android. Menariknya, malware tersebut tidak bisa melakukan apapun karena ia merupakan malware untuk Windows.

Para peneliti telah menemukan bahwa ada 132 aplikasi di Google Play yang terinfeksi malware Windows. Menurut Forbes, malware tersebut tidak bisa melakukan apapun pada Android karena ia diprogram untuk berjalan di komputer Windows, meski begitu, ia akan tetap berusaha untuk menjalankan file .EXE yang ada. File jahat ini ditemukan oleh tim Palo Alto.

Jika file ini dijalankan pada Windows, ia akan menyebabkan berbagai masalah. Namun, pada Android, tidak ada yang bisa ia lakukan. Jadi, kenapa sang pelaku menanamkan malware Windows ke aplikasi Android?

Para ahli di Palo Alto merasa, sang developer aplikasi bahkan tidak menyadari ada malware dalam aplikasi buatan mereka. Para peneliti ini yakin, alasan mengapa ada malware Windows pada 132 aplikasi Android adalah karena tool pengembangan aplikasi yang digunakan sang developer memang sudah terjangkit malware. Karena itu, kode jahat ini secara otomatis tertulis pada aplikasi.

Ini bukanlah pertama kalinya hal ini terjadi. Dua tahun lalu, Apple harus mengatasi masalah yang sama di App Store. Ketika itu, beberapa developer asal Tiongkok tampaknya telah mengunduh tool Xcode yang telah terjangkit malware. Namun, serangan itu lebih masuk akal karena malware yang tertanam memang dibuat untuk menyerang iPhone. 

Dalam kasus ini, kemungkinan lain yang ada adalah komputer sang developer terinfeksi oleh malware. Menurut BleepingComputer, kemungkinan, malware tersebut adalah Ramnit worm. Satu hal yang pasti, tim Palo Alto telah melaporkan hal ini pada Google dan aplikasi bersangkutan telah dihilangkan dari Google Play.

Diperkirakan, ada sekitar beberapa ribu pengguna yang telah mengunduh aplikasi-aplikasi yang bermasalah itu. Namun, untungnya, mereka tidak dalam bahaya karena malware tersebut tidak bisa berjalan pada Android.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.