Hampir 3 Juta Perangkat Android Rentan Serangan

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 20 Nov 2016 10:30 WIB
cyber security
Hampir 3 Juta Perangkat Android Rentan Serangan
Sebanyak hampir tiga juta perangkat Android dilaporkan rentan terserang malware dan dikendalikan peretas.

Metrotvnews.com: Hampir tiga juta perangkat bersistem operasi Android rentan terhadap serangan yang melibatkan bantuan perantara. Serangan ini akan dapat memberikan kendali perangkat kepada peretas.

Perangkat yang terinfeksi tersebut saat ini dapat ditemukan di sejumlah wilayah di dunia, dengan Amerika Serikat sebagai lokasi dengan jumlah perangkat terbanyak. Serangan ini menyerang perangkat yang telah mengalami proses root, dan mengirimkan informasi perangkat dan lainnya ke server di Tiongkok.

Perusahaan keamanan bernama BitSight Technologies mendaftarkan sejumlah domain dengan dua nama dan mengendalikan mereka. Sejak mengambil alih domain dengan dua nama tersebut, sekitar 2,8 juta perangkat telah mencoba untuk terhubung guna menemukan software yang dapat digunakan perangkat yang telah di-root.

Dengan kata lain, kerentanan ini memungkinkan instalasi malware pada perangkat yang terinfeksi, tanpa sepengetahuan pemilik. Malware ini terpasang sebagai aplikasi, dan dapat terlacak sebagai keystroke, bug panggilan telepon, dan sebagainya, seperti yang dilaporkan oleh Phone Arena.

Laporan yang dirilis New York Times juga mengungkap, sejumlah software dari perusahaan asal Tiongkok bernama Shanghai Adups Technology, menjadi akses di perangkat Android tertentu. Server di Tiongkok juga dilaporkan menerima informasi dari perangkat tersebut, termasuk data lokasi, pesan teks, dan panggilan yang digunakan pada setiap ponsel.

Ponsel produksi ZTE, Huawei, dan BLU disebut pada laporan New York Times telah memiliki software karya Adups tersebut. Baik ZTE dan Huawei telah memberikan tanggapan resmi terkait informasi tersebut. ZTE menyebut, tidak ada perangkatnya di pasar Amerika Serikat yang memiliki software ini, sementara Hauwei mengaku tidak pernah berbisnis dengan perusahaan tersebut.

Sementara itu, CEO BLU, Samuel Ohev-Zion menyebut, perusahaannya tidak memiliki informasi apapun terkait dengan software Adups. Ohev-Zion juga mengungkap, software tersebut tidak terdapat pada perangkat BLU yang saat ini dipasarkan. Kerentanan yang ditemukan BitSight tidak terkait dengan software Adups.

Menurut BitSight, 55 model Android telah mencoba untuk mengirimkan data ke server tertentu, dengan persentase 26 persen perangkat buatan BLU, 11 persen dari Infinix dan Doogee sebesar 8 persen. Sementara itu, 47 persen ponsel tidak memberi informasi yang dapat menentukan produsen perangkat tersebut.


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

5 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /