Mengukur Popularitas Para Penantang Ahok-Djarot di Google Search

Insaf Albert Tarigan    •    Senin, 17 Oct 2016 00:09 WIB
pilkada dki 2017ahok-djarot
Mengukur Popularitas Para Penantang Ahok-Djarot di Google Search
Tiga pasangan calon cagub-cawagub DKI swafoto saat tes kesehatan. (FOTO: istimewa)

Metrotvnews.com: Pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta mendapat perhatian luas dari seluruh media nasional. Puncak pemberitaan media salah satunya terjadi pada periode 20-24 September lalu, dimulai saat PDI Perjuangan resmi mengumumkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Tak lama berselang, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera mengumumkan pencalonan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk bersaing dengan ahok. Menyusul kemudian, koalisi Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional juga mengumumkan jagoan mereka, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Perhatian media juga sangat tinggi saat ketiga pasangan calon mendaftarkan diri ke kantor Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta pada 23 September 2016 dan menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit TNI AL Dr. Mintohardjo, Jakarta Pusat, 24 September 2016.

Bersamaan dengan pengumuman ketiga pasangan calon tersebut, publik mulai mencari tahu latar belakang mereka masing-masing. Jika Ahok dan Djarot sudah sangat terkenal karena nyaris tiap hari diliput media terkait kegiatan mereka sebagai petahana, para penantangnya masih belum dikenal oleh banyak warga.

Karena itu, masyarakat masih haus akan informasi mengenai pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Salah satu alat utama publik untuk mencari tahu informasi di era teknologi saat ini adalah Google.

Dalam rentang 30 hari terakhir, atau sekitar 16 September - 14 Oktober, terdapat kenaikan cukup tajam terhadap pencarian mengenai kedua pasangan calon penantang Ahok-Djarot tersebut. Meski demikian, pencarian terkait Ahok masih tertinggi, terutama karena kontroversi terkait tuduhan bahwa dia melecehkan kitab suci Al Quran.



Salah satu hal yang menarik adalah banyak orang mencari informasi paling sederhana, misalnya, "Profil Sylviana Murni" atau "Foto Sylviana Murni".




Di saat yang sama, banyak orang juga ingin mengetahui "Prestasi Agus Yudhoyono" atau "peluang Agus Yudhoyono".





Sementara itu, terkait pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, banyak orang mencari informasi spesifik seperti "Anies Baswedan Syiah" atau "Istri Anies Baswedan".







Bagaimana dengan Sandiga Uno yang mengaku sudah menghabiskan dana hampir Rp30 miliar untuk sosialisasi? Rupanya, sangat banyak pengguna internet yang penasaran dengan "Kekayaan Sandiaga Uno" atau "Harta Sandiaga Uno" dan juga "Perusahaan Sandiaga Uno".



Tren pencarian Google ini bisa saja berbuah positif jika pasangan calon jeli menjawab hal-hal yang paling ingin diketahui publik tentang mereka. Salah satu cara terbaik adalah dengan melengkapi profil mereka di laman Wikipedia, yang menjadi rujukan utama Google saat menampilkan hasil pencarian.

Di samping itu, tentu saja mengandalkan media massa. Apalagi, semua calon sekarang rajin bersosialisasi dengan masyarakat, baik dalam bentuk kunjungan langsung ke daerah padat penduduk atau sekadar olahraga pagi di sekitar taman kota.


(ABE)