Bank Inggris Sembunyikan Laporan Serangan Siber

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 17 Oct 2016 18:05 WIB
cyber security
Bank Inggris Sembunyikan Laporan Serangan Siber
Ilustrasi. (REUTERS / Eddie Keogh / File Photo)

Metrotvnews.com: Bank-bank Inggris tidak melaporkan semua serangan siber yang terjadi pada regulator karena takut akan dihukum atau mendapatkan nama buruk. Hal ini disampaikan oleh para eksekutif bank dan penyedia keamanan siber.

Menurut data dari Financial Conduct Authority, laporan serangan siber di Inggris meningkat dari 5 pada tahun 2014 menjadi 75 pada tahun ini. Namun, para pekerja bank dan ahli keamanan berkata, jumlah serangan yang ditujukan pada bank jauh lebih banyak dari itu. Faktanya, bank hampir selalu terkena serangan siber, kata Shlomo Touboul, CEO Illusive Networks, perusahaan keamanan siber asal Israel.

Menurut Reuters, Toubol memberikan contoh salah satu institusi keuangan internasional yang bekerja sama dengannya. Institusi tersebut menglami lebih dari 2 miliar serangan setiap bulan. Serangan ini beragam, mulai dari pekerja yang mendapatkan email berkonten malware hingga peringatan dari sistem bahwa telah terjadi serangan.

Mesin akan melindungi sistem dari berbagai serangan sehingga hanya tersisa 200 ribu serangan. Setelah itu, sekelompok manusia akan menyaring serangan-serangan itu sehingga hanya 200 serangan "asli" yang tersisa, kata Toubol.

Bank memang tidak memiliki kewajiban untuk melaporkan serangan siber yang diterimanya, mengingat FCA hanya mewajibkan pelaporan serangan siber yang memiliki dampak material, berbeda dengan peraturan di AS yang memaksa bank untuk melapor.

"Ini adalah kawasan abu-abu... Bank pada dasarnya telah memenuhi kewajiban mereka, tapi selalu ada keharusan moral untuk memperingatkan para pelanggan mereka akan kemungkinan kehilangan dan juga kewajiban untuk berbgai informasi pada seluruh industri," kata Ryan Rubin, UK Managing Director, Security & Privacy di konsultan Protiviti.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.