Kepmen Baru Kominfo untuk Bencana Sulteng

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 05 Oct 2018 17:48 WIB
telekomunikasi
Kepmen Baru Kominfo untuk Bencana Sulteng
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ismail.

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengumumkan Keputusan Menteri, dalam rangka membantu proses penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, di bidang telekomunikasi.

"Sekarang ini kita dalam kondisi darurat, jadi juga harus berpikir darurat. Jadi kami keluarkan  keputusan menteri untuk mempermudah beberapa hal," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, pada jumpa pers di kantor Kominfo.

Keputusan Menteri tersebut mengatur terkait pemberian izin penggunaan frekuensi radio sementara, memungkinkan penyedia jaringan untuk meminta izin secara langsung kepada Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika.

Ini kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah setempat, yaitu Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Palu.

Frekuensi radio ini dapat digunakan pihak penyedia jaringan telekomunikasi setidaknya selama satu tahun mendatang. Keputusan Menteri ini turut mengizinkan pengguna layanan komunikasi operator untuk menggunakan jaringan telekomunikasi operator lain.

Rudiantara berharap operator dapat memanfaatkan hal ini dengan baik, namun menyarankan masing-masing operator untuk memiliki kerja sama bisnis. Keputusan Menteri ini turut mengizinkan penggunaan kartu SIM siap guna, dalam jangka waktu terbatas.

Kartu SIM siap guna tersebut menghadirkan kemudahan dalam hal proses registrasi kartu. Proses tersebut dapat dilakukan hanya dengan mencatat identitas dan memotret diri calon pengguna. Kartu tersebut memiliki masa aktif selama dua bulan setelah Keputusan Menteri.

Namun Rudiantara menyebut operator tetap bertanggungjawab atas kartu SIM yang dikeluarkan, sehingga akan mempermudah penelusuran data serta mencegah terjadinya penyalahgunaan kartu tersebut.

Keputusan Menteri nomor 773 tahun 2018 ini berlaku terhitung dari hari ini, Jumat, 5 Oktober 2018.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.