Sidik Jari Samsung Galaxy S10 Mungkin Pakai Teknologi Qualcomm

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 05 Nov 2018 10:25 WIB
samsung
Sidik Jari Samsung Galaxy S10 Mungkin Pakai Teknologi Qualcomm
Samsung dilaporkan akan menggunakan sensor pemindai sidik jari ultra-sonic generasi ketiga Qualcomm di Galaxy S10.

Jakarta: Samsung kabarnya akan menggunakan sensor pemindai sidik jari ultrasonik generasi ketiga Qualcomm pada perangkat unggulan terbarunya, Galaxy S10, dan menghilangkan sensor pemindai iris mata. Konfirmasi kedua kini muncul dari leakster Ice Universe.

Leakster tersebut juga berspekulasi bahwa sensor pemindai sidik jari baru dan teknologi layar akan tersedia secara eksklusif di perangkat Samsung, setidaknya pada pertengahan tahun 2019 mendatang. Menurut bocoran informasi terbaru, sensor pemindai sidik jari ini dirancang untuk seri Galaxy S10.

Sensor tersebut disebut berkemampuan pengukuran lebih cepat jika dibandingkan dengan sensor optik saat ini. Selain itu, sensor pemindai sidik jari baru ini juga berkemampuan untuk mencakup area layar lebih besar jika dibandingkan dengan sensor optik.

 
Permasalahan dengan pemindai saat ini adalah bahwa sensor tersebut berukuran kecil, dan pengguna perlu menempatkan jari di area spesifik pada panel layar, yang tidak menjadi permasalahan pada modul hardware reguler. Qualcomm mencoba menyelesaikan permasalahan ini dengan sensor terbarunya,

Solusi yang ditawarkan Qualcomm akan mencakup sebesar 30 persen dari permukaan layar, sehingga pengguna tidak lagi perlu menerka letak sensor pemindai sidik jari. Informasi terkait dengan teknologi sensor pemindai sidik jari ultrasonik mulai beredar pada bulan lalu.

Sumber yang dikutip GSM Arena menyebut bahwa Samsung bertaruh besar pada teknologi sensor pemindai sidik jari ini dibandingkan dengan solusi optik, karena tingkat akurasi lebih baik.

Sensor pemindai sidik jari ultrasonik menangkap gambar 3D dari sidik jari dengan seluruh lubang pori-pori dan punggung tanpa terganti oleh sumber cahaya lain.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.