Bisnis Konvensional vs Startup, Hitachi: Biarkan Masyarakat Memilih

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 06 Sep 2016 16:57 WIB
teknologi
Bisnis Konvensional vs Startup, Hitachi: Biarkan Masyarakat Memilih
Hubert Yoshida saat ditemui di Pacific Place.

Metrotvnews.com, Jakarta: Hitachi Data Systems merupakan salah satu pihak yang mendorong perusahaan dan bahkan pemerintah untuk melakukan transformasi digital.

Saat ditemui di Ritz Carlton, Pacific Place, Hubert Yoshida, Vice President, Global Chief Technology Officer, Hitachi Data Systems mengatakan, transformasi digital tidak hanya bisa dilakukan oleh perusahaan besar, tapi juga dapat dilakukan oleh UKM (Usaha Kecil Menengah). 

Namun, dengan begitu, industri seolah terpecah menjadi dua: perusahaan konvensional yang menggunakan teknologi untuk mengembangkan bisnisnya, dan startup yang menggunakan teknologi sebagai dasar bisnisnya. Contohnya adalah pada industri transportasi.

Meskipun keberadaan perusahaan seperti Uber, Grab dan Go-Jek menawarkan alternatif menarik pada konsumen, tapi keberadaan mereka justru mengusik bisnis taksi konvensional. Lalu, apa yang harus pemerintah lakukan? Pada siapa dukungan harus pemerintah berikan?

Hu, panggilan akrab Hubert, mengatakan, "Pemerintah seharusnya tidak ikut campur tangan dalam hal ini. Biarkan konsumen yang memilih apa yang ingin mereka gunakan." Dia lalu menjelaskan, saat ini, di beberapa kota, terdapat aturan yang melarang kendaraan berbasis aplikasi untuk masuk bandara. Menurutnya, hal ini tidak perlu diterapkan.

Meskipun begitu, dia berkata, bukan berarti pemerintah bisa lepas tangan sepenuhnya. "Pemerintah dapat membuat regulasi untuk keamanan, misalnya seperti regulasi tentang pemakaian helm," kata Hu. Selain masalah keamanan, pemerintah juga dapat membuat peraturan terkait standar kebersihan kendaraan berbasis aplikasi.


(MMI)

Video /