Pengadilan AS Larang Politikus Blokir Orang Lain

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 31 Jul 2017 11:03 WIB
media sosial
Pengadilan AS Larang Politikus Blokir Orang Lain
Seorang politikus seharusnya tidak memblokir orang lain di media sosial. (Getty Images)

Metrotvnews.com: Pengadilan federal di Virgina, Amerika Serikat baru saja mengeluarkan keputusan yang bisa memengaruhi tuntutan terhadap Presiden Donald Trump terkait pemblokiran orang-orang tertentu di Twitter. 

Hakim Distrik James Cacheris telah menentukan bahwa Phyllis Randall, Chairwoman dari Loudoun County Board of Supervisor, telah melanggar hak kebebasan berbicara karena melakukan pemblokiran di Facebook. Brian Davison mengatakan, dia diblokir setelah menuduh Loudoun School Board melakukan korupsi dalam balasan di unggahan yang dibuat oleh Randall di Facebook. 

Hakim Cacheris menjelaskan, mengingat Randall berperan sebagai tokoh masyarakat di halaman Facebook miliknya, dia telah melanggar Amandemen Pertama karena "menekan komentar kritis terkait pihak berwajib yang terpilih." Apa yang Randall lakukan, menurut Cacheris, merupakan sebuah bentuk diskriminasi sudut pandang. 

Pengacara Randall berargumen bahwa halaman Facebook Randall bukanlah representasi dari pemerintah karena dia tidak menggunakan sumber daya dari pemerintah untuk mengurusnya. Namun, karena dia menggunakan halamannya untuk mengundang komentar dari masyarakat selama jam kerja, hakim tetap pada keputusannya. 

Randall berkata, dia hanya menghapus komentar Davison karena komentar tersebut juga membahas anggota keluarga dari pihak berwajib dan dia membatalkan pemblokiran Davison 12 jam kemudian. Tampaknya, hal ini juga gagal untuk membuat hakim mengubah keputusannya. 

Meskipun begitu, Randall tidak mendapatkan hukuman apapun. Konsekuensi dari keputusannya pun sebenarnya tidak besar. Satu hal yang menarik dari kasus ini adalah keputusan hakim itu sendiri. Seperti yang dituliskan ole Hakim Cacheris, kasus ini memunculkan pertanyaan penting tentang bagaimana konstitusi diaplikasikan dalam media sosial yang digunakan oleh pihak terpilih. 

Terkait keputusan ini, pengacara senior dari Knight First Amendment Institute dari Columbia University mengatakan pada The Wall Street Journal, "Kami harap pengadilan akan melihat keputusan ini sebagai peta jalan dalam menentukan bahwa tindakan Presiden Trump memblokir pengkritik di Twitter sebagai pelanggaran konstitusi."


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.