iCIO Community Dorong Semua Pihak Terapkan Standar IT Lebih Baik

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 17 May 2017 19:44 WIB
cyber securitycyber crimewannacry
iCIO Community Dorong Semua Pihak Terapkan Standar IT Lebih Baik
iCIO Community sarankan semua pihak terapkan standar keamanan IT yang lebih baik

Metrotvnews.com, Jakarta: Serangan ransomware WannaCry telah menyita banyak perhatian, termasuk berbagai pihak di Indonesia.

Sehari setelah serangan, Menkominfo Rudiantara menyarankan agar semua pihak berhati-hati terhadap ransomware ini. Bahkan beberapa pihak di Indonesia telah menjadi korban.

Menanggapi hal tersebut, perkumpulan Chief Information Officer Indonesia (iCIO Community) mendorong organisasi baik swasta maupun lembaga pemerintahan untuk menerapkan standar keamanan sistem informasi yang memadai secara konsisten, sebagai bagian dari tata-kelola IT yang baik, dalam mengantisipasi ancaman serangan siber.

iCIO juga memberikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kementerian Kominfo, yang cepat merespon dan memberikan arahan kepada masyarakat luas terkait ransomware. Perlu disadari bahwa ransomware bisa menyasar sistem komputer berbasis Microsoft melalui berbagai metode, termasuk email, situs internet ataupun iklan.

Ini bukanlah hal baru, namun belakangan menjadi populer di kalangan para kriminal siber sebagai bisnis ilegal yang menjanjikan, juga yang baru- baru ini memanfaatkan kelemahan pada apa yang disebut Server Message Block (SMB).

Penerapan praktik tata kelola IT yang baik tersebut mencakup aktifitas menyeluruh untuk secara rutin menutup lubang keamanan yang terbuka seiring dengan perkembangan versi perangkat lunak dan senantiasa memutakhirkan anti-virus yang ada, serta perlindungan sistem yang lain.

Microsoft sendiri sudah mengeluarkan patch, update perangkat lunak pada bulan Maret 2017 untuk mengatasi kelemahan ini yang ada sebelumnya.

"Ini menjadi red alert akan semakin pentingnya memberikan perhatian dan investasi yang cukup untuk keamanan siber pada dunia yang makin digital. Fakta adanya celah keamanan komputer yang berhasil dieksploitasi peretas dengan menggunakan ransomware meski vendor teknologi telah menyediakan patch sejak dua bulan lalu membuktikan hal ini," ujar Agus Wicaksono, Chairman iCIO Community.

Ancaman siber jauh lebih luas dari hanya ransomware, lanjut Agus, dan bisa mengganggu operasi bisnis, yang pada gilirannya bisa berdampak pada ekonomi nasional. Ini tidak semata menjadi urusan CIO melainkan juga setiap orang dalam organisasi mulai pucuk pimpinan hingga karyawan.

Perilaku siber yang aman dan sehat perlu menjadi budaya, dengan menyadari bahwa lebih dari sering human error menjadi penyebab bobolnya pertahanan siber.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.