20 Tahun, NASA Akhiri Misi Antariksa Cassini

Riandanu Madi Utomo    •    Minggu, 17 Sep 2017 10:00 WIB
antariksasainsnasa
20 Tahun, NASA Akhiri Misi Antariksa Cassini
Ilustrasi wahana antariksa Cassini sedang mengorbit Saturnus (NASA JPL)

Metrotvnews.com: Tanggal 15 September kemarin merupakan salah satu momen paling bersejarah bagi bunia antariksa. Di tanggal tersebut, wahana antariksa Cassini melakukan manuver terakhirnya dan masuk ke anmosfer planet Saturnus.

Cassini merupakan wahana antariksa yang sudah 20 tahun menjalankan salah satu misi eksplorasi terbesar umat manusia, yaitu meneliti planet Saturnus yang sangat dikenal dengan cincinya.

Perjalanan Cassini dimulai pada tahun 1997, ketika NASA meluncurkan wahana antariksa tersebut ke luar angkasa. Perjalanan ke Saturnus tidaklah mudah dan membutuhkan waktu hingga 7 tahun lamanya. Pada tahun 2004, Cassini mulai memasuki orbit Saturnus. Misinya selama empat tahun pun diperpanjang hingga dua kali karena ilmuwan NASA menemukan adanya indikasi keberadaan aktivitas hidrotermal dan zat metana cair di dua bulan Saturnus.



Mulai tahun 2010, misi Cassini diperpanjang hingga 7 tahun. Misinya kali ini sedikit berbeda dengan sebelumnya, yaitu mengamati Saturnus dari orbitnya. Pada misi ini Cassini berhasil mengirimkan sejumlah foto planet Saturnus, memungkinkan ilmuwan untuk bisa menggali berbagai misteri mengenai planet cincin tersebut. Cassini bahkan sempat melakukan manuver khusus untuk melewati barisan cincin di Saturnus. Tujuannya adalah untuk mengamati material cincin Saturnus dari dekat.

Bulan April kemarin, Cassini berada di posisi untuk persiapan misi terakhirnya. Misi terakhir Cassini adalah terjun ke atmosfer Saturnus sambil mengarahkan antenanya ke Bumi agar bisa mengirimkan data mengenai kondisi atmosfer planet tersebut. Setelah itu, Cassini bakal terbakar di atmosfer Saturnus dan misi panjang selama 20 tahun akhirnya resmi ditutup pada tanggal 15 September kemarin.



Mengapa NASA memilih untuk menghancurkan Cassini? Menurut situs resminya, ada beberapa pertimbangan mengapa Cassini lebih baik dihancurkan. Temuan aktivitas hidrotermal dan zat methane cair di bulan Saturnus adalah salah satu penyebabnya. NASA tidak ingin Cassini "mengotori" lingkungan Saturnus, itu sebabnya wahana antariksa ini harus dihancurkan sebelum NASA kehilangan kendali.

Selain itu, NASA kemungkinan akan mengadakan misi lanjutan untuk mengamati Saturnus menggunakan wahana antariksa baru. Dengan demikian, akan lebih baik Cassini dihancurkan sebelum misi baru dimulai agar nantinya Cassini tidak menghalangi misi baru ke Saturnus.

Sepanjang misinya, Cassini berhasil menghadirkan beragam data penting bagi ilmuwan antariksa. Selain foto, Cassini juga berhasil mengirimkan data mengenai medan magnet Saturnus, hingga pengamatan cuaca di planet tersebut.




(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

21 hours Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.