Jalan Dewi Kartika Berubah Jadi Jalan Dewi Persik, Kok Bisa?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 07 Aug 2017 14:22 WIB
google
Jalan Dewi Kartika Berubah Jadi Jalan Dewi Persik, Kok Bisa?
Perubahan nama jalan Dewi Sartika di Google Maps.

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama salah satu jalan di Bekasi berubah di Google Maps. Jalan yang seharusnya memiliki nama Dewi Sartika, seorang pahlawan yang mendorong pendidikan untuk wanita, berubah namanya menjadi Dewi Persik, seorang penyanyi dangdut. 

Memang, Google membiarkan pengguna Maps untuk mengubah informasi terkait sebuah tempat. Menurut halaman bantuan Google, ada beberapa alasan yang membolehkan Anda untuk mengedit informasi tentang sebuah tempat. 

Pertama, tempat itu sudah tutup, pindah atau tidak ada. Kedua, nama tempat itu salah. Ketiga, alamat atau penanda jalan pada Maps salah. Keempat, kategori tempat salah, misalnya, sebuah toko baju dikategorikan sebagai toko mainan. Kelima, informasi lain terkait tempat itu, seperti nomor telepon, situs atau jam buka salah. 

Masih dalam halaman yang sama Google menjelaskan, "Kami meninjau edit Anda, sehingga perubahan yang Anda sarankan mungkin akan membutuhkan beberapa waktu sebelum diaplikasikan pada peta. Google mungkin akan mengirimkan email tentang status dari edit yang Anda buat dan mungkin akan mengirimkan pertanyaan dari orang lain yang meninjau perubahan yang Anda buat."

Perubahan ini bisa dilakukan melalui komputer atau perangkat mobile, baik yang berbasis Android atau iOS. Untuk menawarkan perubahan, Anda bisa mencari sebuah tempat, mengkliknya, sebelum mencari menu "Suggest an Edit". 



Metrotvnews.com telah menghubungi Google Indonesia terkait hal ini. Kami akan memberikan informasi lebih lanjut begitu kami menerima penjelasan dari Google Indonesia. 

Perwakilan Google Indonesia berkata, "Ada kesalahan nama tempat yang muncul di Google Maps yang tidak seharusnya terjadi, dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Tim kami telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki isu ini."

Terkait bagaimana kesalahan ini terjadi, perwakilan Google menjelaskan, data pada Maps datang dari berbagai sumber, mulai dari penyedia pihak ketiga, sumber data publik hingga kontribusi pengguna. Dengan begitu, diharapkan data pada Maps bisa selalu diperarui. Namun, kelemahannya, informasi dari sumber ini bisa jadi tidak akurat. 

"Kami memperbarui data kami secara reguler, namun waktu yang dibutuhkan bervariasi. Inilah mengapa kami mempunyai tool yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk mempercepat proses," kata perwakilan Google Indonesia.

Lebih lanjut mereka mengatakan, pengguna didorong mengirimkan masukan via tool "Send Feedback" yang terletak di pojok kiri bawah di aplikasi Google Maps atau pojok kanan bawah di desktop


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.