Computex 2018

Qualcomm Snapdragon 850 Muncul, Apa Targetnya?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 05 Jun 2018 20:32 WIB
Computex 2018
Qualcomm Snapdragon 850 Muncul, Apa Targetnya?
Ilustrasi Snapdragon 850. (Qualcomm)

Jakarta: Pada ajang Computex 2018 yang digelar di Taiwan, Qualcomm mengumumkan prosesor terbarunya Snapdragon 850.

Apabila Anda mengikuti perkembangan prosesor buatan Qualcomm tentu membaca angkanya saja Anda sudah menebak bahwa prosesor ini masuk dalam seri 800 atau yang paling tangguh. Snapdragon 850 sendiri merupakan prosesor tertinggi Qualcomm saat ini. 

Qualcomm justru memastikan bahwa Snapdragon 850 akan digunakan untuk laptop, sehingga tidak hanya memiliki kemampuan komputasi layaknya laptop mainstream, tapi hadir dengan desain mungil yang mendukung mobilitas sekaligus menyajikan kekuatan ala smartphone.

Snapdragon 850 menjadi penerus dari Snapdragon 835 yang juga disematkan pada laptop berbasis Windows 10 dengan mengusung tema Always On, Always Connected PC. Berbasis fabrikasi 10nm, Snapdragon 850 memungkinkan desain laptop lebih ramping dan fanless.

Qualcomm Snapdragon 845 mengandalkan modem X20 seperti pada prosesor sebelumnya, sehingga mampu selalu terkoneksi Wi-Fi LTE dan mendukung kecepatan koneksi 1,2Gbps.

Baterai laptop yang mengadopsinya juga akan memiliki daya tahan hingga 25 jam serta peningkatan performa kinerja 30 persen dibandingkan Snapdragon 835.

"Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Samsung untuk menawarkan mobilitas yang dikombinasikan dengan produktivitas dan entertainment dari Windows 10," ungkap Senior Vice President and General Manager, Mobile Business Unit, Qualcomm Technologies Alex Katouzian.

Hal ini bisa diartikan bahwa Samsung akan menjadi yang pertama mengimplementasikannya. Namun tidak diketahui secara pasti apakah Snapdragon 850 benar hadir di laptop Samsung.

Untuk produk smartphone sendiri, sejauh ini kebanyakan smartphone premium baru mengandalkan Smapdragon 845, sehingga tidak heran apabila Qualcomm yang berencana merilis Snapdragon 850 tahun ini justru fokus kepada laptop.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.