BRI Jadi Pemenang Red Hat Innovation Awards

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 27 Sep 2018 14:33 WIB
brired hatcyber securitycorporatetransformasi digital
BRI Jadi Pemenang Red Hat Innovation Awards
Acara Red Hat FOrum Jakarta, Kamis 27 September 2018

Jakarta: Bank merupakan salah satu target utama para kriminal siber. Karena itu, bank dan institusi finansial lainnya mereka memiliki sistem keamanan yang ketat.

Ini biasanya berarti penggunaan teknologi di bank diatur dengan sangat ketat, menyulitkan mereka untuk mengadopsi teknologi baru. 

Itu tidak menghentikan BRI untuk melakukan transformasi digital. Bank itu menggunakan teknologi dari Red Hat.

Mereka begitu sukses dalam adopsi teknologi baru sehingga mereka menjadi salah satu pemenang Red hat Innovation Awards APAC 2018. Selain itu, penghargaan ini juga didapatkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 

Country Manager Red Hat Indonesia, Rully Moulani mengatakan, fakta bahwa BRI juga menggunakan teknologi Red Hat yang open-source diharapkan akan dapat menghilangkan asumsi bahwa teknologi open-source lebih rentan diretas karena kodenya yang bisa diakses oleh semua orang. 

"Industri finansial adalah salah satu industri yang paling terdisrupsi. Institusi finansial kini menjadi layaknya perusahaan teknologi," kata pria yang akrab dengan panggilan Rully ini ketika ditemui di Hotel Mulia, Kamis 27 September 2018. 

"Alasan kami memberikan penghargaan pada BRI dan Dirjen Penbendaharaan adalah karena mereka tidak hanya punya kemauan dan kemampuan untuk melakukan transformasi digital, mereka juga berani untuk mengambil langkah pertama untuk melakukan itu."

Teknologi open-source biasanya dianggap kurang aman. Namun, ini tidak menghentikan BRI untuk mengadopsi teknologi dari Red Hat.

"Keamanan itu tentang proses. Teknologi hanya satu bagian dari keamanan. Yang penting adalah mendesain proses agar menjadi aman," katanya.

Dia menjelaskan, tidak ada gunanya perusahaan menggunakan teknologi paling canggih jika para pekerjanya tidak dilatih agar sadar akan pentingnnya keamanan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.