Valve Ogah Perbarui DOTA 2 di Tengah Turnamen Besar

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 01 May 2018 14:32 WIB
gamesesportdota 2
Valve Ogah Perbarui DOTA 2 di Tengah Turnamen Besar
Ilustrasi. (Norbert Barczyk/PressFocus/MB Media/Getty Images)

Jakarta: Valve telah belajar pentingnya untuk tidak terburu-buru dalam merilis update game. Belum lama ini, Valve memutuskan untuk meluncurkan patch untuk DOTA 2 secara rutin, dua minggu sekali.

Namun, mereka mengumumkan bahwa mereka akan menunda peluncuran patch ketika ada turnamen esport besar.

Hal ini menimbulkan kekacauan ketika salah satu update untuk DOTA 2 dirilis saat turnamen Epicenter XL sedang berlangsung, membuat para pemain harus beradaptasi dengan perubahan gameplay yang ada.

Seperti yang disebutkan Engadget, ini sama seperti peraturan dalam sepak bola mendadak berubah di tengah musim pertandingan. Hal ini adalah masalah bagi para atlet esport yang berkarir sebagai pemain DOTA 2 profesional. 

Tidak semua game esport mendapatkan patch sering. Kotaku menyebutkan, sebagian game memiliki mode turnamen yang memang sengaja dibuat tidak memasang patch terbaru dengan tujuan untuk memberikan waktu bagi para atlet profesional untuk membiasakan diri. Sementara sebagian game lain tidak sering mendapatkan update

Jadwal update merupakan salah satu masalah di dunia esport. Para developer harus bisa menyeimbangkan keingan para pemain biasa yang ingin mendapatkan update dan patch secepat mungkin dan atlet esport profesional yang lebih mementingkan gameplay yang konsisten. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.