Uber Beli Startup Sepeda Asal New York

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 10 Apr 2018 16:14 WIB
uberstartup
Uber Beli Startup Sepeda Asal New York
Uber ingin memperluas jenis moda transportasi yang mereka sediakan. (Jump Bikes)

Jakarta: Uber baru saja membeli perusahaan peminjaman sepeda berbasis aplikasi. Pada hari Senin, Uber mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi Jump, startup e-bike asal New York.

Sebelum ini, Uber dan Jump telah bekerja sama selama dua bulan untuk mengintegrasikan layanan bike-sharing di aplikasi Uber. Tampaknya, program percobaan tersebut berjalan dengan lancar sehingga kini, Jump akan menjadi bagian Uber.

Keputusan Uber untuk mengakuisisi Jump juga menunjukkan bahwa perusahaan ride-hailing itu tengah bersiap untuk masuk ke industri baru, yang memiliki sekumpulan tantangan dan kesulitan tersendiri. 

Sayangnya, Uber tidak mengumumkan jumlah yang yang mereka berikan untuk mengakuisisi Jump. Seperti yang disebutkan oleh TechCrunch minggu lalu, Jump mempertimbangkan penawaran dari Uber senilai USD100 juta (Rp1,4 triliun) atau menerima kucuran dana segar dari pihak lain. Meskipun persaingan ketat, Uber akhirnya menang. 

Dalam sebuah blog post, CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan bahwa akuisisi ini akan membantu misinya untuk "menyatukan berbagai moda transportasi di dalam aplikasi Uber -- sehingga Anda bisa memilih moda yang paling cepat atau paling terjangkau untuk sampai di tempat tujuan Anda, tidak peduli apakah itu Uber, atau sepeda atau kereta dan lain sebagainya," katanya. 

Dengan akuisisi ini, Uber mendapatkan akses ke 12 ribu sepeda dengan GPS milik Jump. Belasan ribu sepeda itu ada di enam negara, yang menunjukkan bahwa jaringan Jump sudah cukup besar.

Dengan dana dari Uber, Jump bisa berkembang lebih cepat. Sementara itu, akuisisi ini akan membantu Uber masuk ke layanan moda transportasi lain. 

Sayangnya, Uber justru tidak lagi bisa digunakan di Indonesia. Divisi Uber di Asia Tenggara telah diakuisisi oleh Grab. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.