Facebook Pantau Ketat Distribusi Berita Palsu

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 02 Apr 2018 17:51 WIB
facebook
Facebook Pantau Ketat Distribusi Berita Palsu
Facebook mengumumkan upaya atasi distribusi berita palsu

Jakarta: Facebok Indonesia mengumumkan upaya lanjutan dalam memerangi peredaran berita palsu di layanannya, dengan menggandeng pemeriksa fakta pihak ketiga yang telah mendapatkan sertifikasi dari International Fact Check Network (IFCN).

Sebelumnya, Facebook telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), untuk menyediakan tips edukasi dalam menemukan berita palsu.

"Facebook bisa langsung hapus konten yang memiliki kandungan hate speech. Tapi untuk artikel yang masih belum akurat, kami butuh bantuan fact checker pihak ketiga bersertifikasi untuk memeriksanya," ujar News Partnership Lead Facebook Indonesia Alice Budisatrijo.

Berita atau informasi yang diserahkan kepada pemeriksa fakta pihak ketiga bersertifikasi diidentifikasi salah satunya berdasarkan laporan pengguna. Facebook kemudian akan meninjau laporan sebelum menyerahkan ke pihak pemeriksa fakta.

Selain laporan pengguna, Facebook juga menggunakan bantuan sistem machine learning miliknya untuk mengidentifikasi berita palsu.

Setelah teridentifikasi dan mendapatkan hasil dari pemeriksa data, Facebook akan menampilkan notifikasi, memberitahukan bahwa kebenaran informasi pada artikel tersebut diragukan.

Notifikasi ini akan muncul saat pengguna mengklik artikel untuk dibagikan, dan ditujukan agar pengguna berpikir ulang sebelum membagikan informasi.

Facebook juga akan turut menyertakan tautan dari artikel pembenaran atau sanggahan yang disiapkan oleh pihak pemeriksa fakta, disematkan di bagian bawah artikel yang ditandai sebagai berita palsu tersebut.

Selain itu, Facebook menyebut tidak hanya akan mengidentifikasi berita terkait politik. Mereka juga akan memeriksa berita di kategori lainnya. Berita politik di Indonesia dinilai Facebook menjadi kategori dengan kontribusi tinggi akibat pemilihan gubernur DKI Jakarta lalu, dan menjelang pemilihan presiden pada tahun 2019.

Facebook turut mengurangi peluang distribusi artikel yang ditandai sebagai berita palsu. Facebook juga mengaku upaya pemeriksaan fakta ini lebih ditujukan kepada situs yang dibuat khusus untuk membagikan informasi palsu.

Program pemeriksaan fakta berita yang beredar di platform ini telah dilakukan Facebook di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Jerman, Italia, Prancis, Inggris dan Meksiko. Indonesia merupakan negara pertama yang menjalankan program Facebook ini, diwakili oleh Tirto sebagai pemeriksa fakta pertama yang digandengnya.


(MMI)

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan
Review Smartphone

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Oppo menghadirkan pengalaman menggunakan kamera dan hasil foto yang baik dan menyenangkan, berk…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.