Begini Pengguna Ponsel di AS Hentikan Kecanduan Ponsel

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 04 Jan 2018 15:14 WIB
smartphone
Begini Pengguna Ponsel di AS Hentikan Kecanduan Ponsel
Penggunaan ponsel pintar terlalu sering juga memiliki efek negatif berupa adiksi atau kecanduan yang menggangu kehidupan sosial maupun kesehatan penggunanya.

Jakarta: Sebagian besar dari pengguna ponsel pintar mungkin sudah menyadari bahwa penggunaan ponsel secara berlebihan alias kecanduan bisa sangat menggangu kehidupan mereka termasuk kesehatan penggunanya.

Meksipun masih banyak pengguna ponsel pintar yang tampaknya abai terhadap hal ini, firma riset Deloitte yang melakukan penelitian pada 1.634 pengguna ponsel pintar di Amerika Serikat tahun lalu menemukan bahwa cukup banyak dari mereka yang menyadari dan berusaha mengentikan kecanduannya.

Dilaporkan Business Insider, mengutip data dari survey Deloitte, dijelaskan bahwa tingkat kecanduan terhadap ponsel pintar terjadi pada usia 18-34 tahun. Menariknya, kalangan usia tersebut juga menjadi yang paling menyadari hal tersebut.

Disebutkan, 72 persen pengguna ponsel pintar di usia 18-24 tahun mengaku menggunakan ponsel pintar secara berlebihan dan 75 persen pengguna di usia 25-34 juga mengakui hal yang sama. Hanya 13 persen di pengguna berusia 55 tahun ke atas yang menyadari hal tersebut.



Informasi lain yang diperoleh Deloitte, pengguna ponsel pintar di AS mengecek perangkat mereka 47 kali dalam sehari. Lebih dari 80 persen dipastikan menggunakan ponsel pintar mereka sejam sebelum atau sesudah tidur. 

Hanya 47 persen dari mereka yang sudah mencoba mengurangi adiksi terhadap ponsel pintar. Lalu, bagaimana cara mereka meredam adiksi mereka terhadap ponsel pintar? Survey Deloitte menemukan ada 5 cara yang dilakukan pengguna ponsel pintar di AS.

Pertama adalah dengan menyimpan ponsel mereka di dalam kantong atau tas mereka saat bertemu dengan seseorang. 38 persen dari responden survey melakukan ini. Cara kedua dengan mematikan notifikasi suara di ponsel yang dilakukan oleh 32 persen responden.

Cara ketiga adalah menyimpan ponsel di kantong atau di dalam tas saat sedang sendiri, ada 27 persen responden yang memilih cara ini. Lalu ada 26 persen responden yang menggunakan cara menghapus aplikasi di ponsel yang membuat mereka kecanduan ponsel.

Kemudian cara terakhir adalah dengan menonaktifkan 26 persen ponsel mereka di malam hari, ada 26 persen responden yang melakukan ini. Namun, Deloitte juga menemukan fakta bahwa hanya 30 persen dari responden yang mengaku sukses meredam kecanduannya terhadap ponsel pintar.


(MMI)

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta
Review Smartphone

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta

2 days Ago

Advan i6 menawarkan performa cukup baik untuk perangkat di kelas harga terjangkau, yaitu Rp1,5 …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.