Instagram Rilis Fitur Superzoom, Seperti Apa?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 28 Oct 2017 10:11 WIB
media sosialinstagram
Instagram Rilis Fitur Superzoom, Seperti Apa?
Superzoom memudahkan pengguna mengambil video sambil melakukan zoom-in.

Metrotvnews.com, Jakarta: Fitur terbaru Instagram memungkinkan Anda membuat video dramatis dengan melakukan zoom-in ke objek, lengkap dengan efek suara.

Fitur yang dinamai Superzoom ini mulai tersedia di iOS dan Android, bersamaan dengan sekumpulan stiker dan topeng Augmented Reality baru untuk menyambut Halloween. 

Sebelum Superzoom, Instagram telah memberikan berbagai fitur seperti Boomerang, Hyperlapse dan Layout. Tujuannya adalah untuk mendorong penggunanya menunjukkan kreativitasnya. TechCrunch menyebutkan, usaha ini Instagram lakukan untuk melawan Snapchat, mendorong para penggunanya lebih memilih salah satu dari kedua aplikasi tersebut. 

Menggunakan Superzoom cukup mudah. Pertama, pilih apakah Anda akan menggunakan kamera depan atau kamera belakang. Instagram juga menyediakan target penanda, yang akan memudahkan Anda untuk mengarahkan kamera ke objek yang ingin Anda ambil. Instagram kemudian melakukan zoom-in 3 kali, lengkap dengan efek suara orkestra.

Video Superzoom memiliki durasi 3 detik. Jika ingin membuat video dengan durasi lebih panjang, Anda cukup menekan dan menahan tombol Shutter.

Instagram mengonfirmasi bahwa mereka melengkapi fitur ini dengan teknologi stabilisasi sehingga video Superzoom menjadi lebih stabil jika dibandingkan ketika Anda mengambil video zoom-in secara manual. Video ini kemudian bisa Anda unggah ke Story, Instagram Direct atau menyimpannya ke ponsel Anda. 

"Pengguna kami," kata Product Manager, Jyoti Sood ketika ditanya darimana mereka bisa memiliki ide untuk meluncurkan Superzoom.

"Kami sering melihat orang menggunakan kamera Instagram untuk mengarahkan kamera ke teman mereka dan melakukan zoom-in untuk menciptakan momen lucu. Kami ingin memudahkan mereka untuk melakukan ini dan pada saat yang sama, memberikan sentuhan humor dengan efek suara."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.