Google PlayTime 2017 untuk Pacu Perkembangan Developer

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 02 Nov 2017 18:13 WIB
google
Google PlayTime 2017 untuk Pacu Perkembangan Developer
Google resmi menghelat ajang tahunan untuk pengembang, Googe PlayTime 2017, di Singapura.

Metrotvnews.com: Google resmi menggelar ajang tahunan untuk pengembang aplikasi, Google PlayTime 2017. Pada penyelenggaraan ajang tahun ketiga ini, Google memberikan dukungan untuk mendorong pengembang di Asia Tenggara untuk lebih menumbuhkan bisnisnya.

"Asia Tenggara menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekosistem yang pesat. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan smartphone untuk melakukan banyak hal, seperti belanja dan berinteraksi. Ini juga mendorong pertumbuhan ekosistem dan pengembang untuk menghadirkan aplikasi yang sesuai," Head of Business Development Google Play, Kunal Soni.

Ajang ini diakui Google menjadi bentuk prioritas perusahaannya dalam mendorong pertumbuhan bisnis pengembang aplikasi di berbagai negara. Wujud dorongan tersebut dihadirkan Google termasuk melalui sejumlah perubahan pada Google Play Store, salah satunya berupa personalisasi lebih baik.

Di ajang yang diikuti oleh 250 peserta tersebut, Google menghadirkan sejumlah pengembang dari berbagai negara di Asia Tenggara, dengan produk populer, guna berbagi pengalaman dan kiat untuk membantu pengembang lain dalam mengembangkan bisnis mereka.

Dukungan untuk pasar pengembang dihadirkan Google dalam tiga faktor, yaitu lokalisasi, metode pembayaran dan Google Gift Card. Dukungan ini diakui Googe tidak hanya dapat menyuguhkan keuntungan bagi pertumbuhan bisnis pengembang, juga menghadirkan kemudahan bagi konsumen.

Pada faktor lokalisasi, bentuk dukungan Google dengan mempromosikan yang sesuai tema atau event besar di suatu wilayah. Sebagai contoh pada bulan Ramadan, Google akan menampilkan aplikasi terkait dengan bulan suci umat Islam tersebut pada kolom khusus di Play Store.

Sementara itu pada faktor metode pembayaran, Google menghadirkan kemudahan dalam pembayaran dengan mempererat kerja sama dengan operator seluler, sebagai tambahan dari metode pembayaran yang telah didukung sebelumnya. Hal ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi dengan memotong pulsa.

Pembayaran melalui metode potong pulsa dinilai Google menjadi salah satu cara yang paling digemari pengguna perangkat Android. Kemampuan operator seluler dalam menjangkau konsumen dengan cakupan yang lebih luas, terutama di negara dengan penduduk pemilik akun rekening bank rendah, menjadi alasan Google untuk mengembangkan metode ini guna membangun ekosistem lokal yang sehat.

Google juga berencana untuk memperluas kehadiran Gift Card di wilayah Asia Tenggara lain, setelah dinilai mendapat sambutan baik di dua pasar pertama yang dirambahnya, yaitu Singapura dan Indonesia. Google menyebut akan mengembangkan insentif serupa lebih lanjut.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.