Fungsi Jam Tangan Kebugaran Bisa Digantikan Tato

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 31 Dec 2017 12:45 WIB
Fungsi Jam Tangan Kebugaran Bisa Digantikan Tato
Ilustrasi teknologi wearable yang memuat sensor dengan bentuk menyerupai tato

Jakarta: Gaya hidup sehat dan populernya aplikasi media sosial membuat sebuah tren untuk mengunggah hasil olahraga mereka di media sosial. Data kegiatan olahraga diperoleh dari perangkat kebugaran misal gelang atau jam tangan kebugaran.

Namun, banyak penggunanya yang juga mengeluhkan menggunakan perangkat tersebut membuat aktivitas olahraga kurang nyaman. Alasan pertama karena sebagian besar gelang atau jam tangan kebugaran masih memiliki ukuran yang besar.

Alasan kedua adalah saat keringat terlalu banyak melekat pada perangkat tersebut dampaknya bisa mengurangi tingkat akurasi dari sensor di perangkat yang melekat pada permukaan kulit.

Dilaporkan The Daily Beast, Laboratorium Penelitian Material di Universitas Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat, tengah mengembangan perangkat kebugaran atau fitness tracking menggunakan material yang bisa melekat dikulit dan terlihat seperti sebuah tato.

"Jadi penggunanya tidak akan merasa seperti menggunakan perangkat pada tubuh mereka, karena teknologi sensor mungil yang digunakan terdapat dalam lapisan tipis dan digunakan layaknya tatoo pada permukaan kulit. Dengan begitu hasilnya pun akan lebih akurat," jelas salah satu anggota tim peneliti YuHao Liu.

Menurut Liu, teknologi bernama Lab-on-Skin ini merupakan salah satu inovasi dalam membuat sensor yang selama ini ukurannya masih tegrolong besar pada perangkat wearable menjadi lebih kecil dan benar-benar melekat di tubuh manusia.

"Memadukan antara perangkat komponen semikonduktor dengan lapisan hidup seperti kulit manusia merupakan sebuah tantangan yang paling besar dalam menciptakan teknologi wearable. Dengan keberhasilan ini maka desain wearbles ke depannya bisa semakin mungil dan menempel di tubuh manusia, tidak seperti perangkat yang harus digunakan," bebernya.

Sesuai namanya, lapisan wearable Lab-on-Skin akan memiliki fungsinya untuk mengumpulkan sleuruh informasi tubuh penggunanya. Saat teknologi ini sudah dikembangkan dengan cukup matang implementasinya tidak hanya untuk perangkat kebugaran saja tapi juga alat medis.
(MMI)

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018
CES 2018

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018

2 days Ago

Lenovo perkenalkan keluarga baru ThinkPad X1 yang terdiri dari tiga jenis perangkat sekaligus d…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.