Badan Regulasi Mandiri Korea Umumkan Hasil Investigasi Insiden Galaxy Note 7

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 06 Feb 2017 17:12 WIB
samsunggalaxy note 7
Badan Regulasi Mandiri Korea Umumkan Hasil Investigasi Insiden Galaxy Note 7
Hasil investigasi mandiri Korea Test Laboratory publik terkait insiden Galaxy Note mencapai kesimpulan yang sama dengan Samsung.

Metrotvnews.com: Samsung telah mengumumkan dan menjelaskan laporan hasil investigasinya sekaligus meminta maaf terkait insiden yang dialami oleh Galaxy Note 7, melalui konferensi pers.

Korea Test Laboratory publik juga mengumumkan hasil investigasi mandiri yang dilakukannya terkait dengan insiden Note 7. Berdasarkan laporan tersebut, baik hasil investigasi Samsung dan Korea Test Laboratory mencapai kesimpulan yang sama.

Laporan tersebut didukung oleh Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi, melalui edaran siaran pers yang menyebut telah menemukan kesalahan yang sama sebagai penyebab ledakan yang dialami Samsung Galaxy Note 7, seperti yang dikutip dari Phone Arena.

Pada sejumlah unit ditemukan kesalahan pada insulasi bahan, sementara pada sejumlah unit lain ditemukan elektroda bermasalah, sehingga kedua perusahaan yang menjadi pemasok Samsung disimpulkan tidak dapat menangani tekanan dalam memproduksi elemen yang dibutuhkan, sesuai kecepatan, spesifikasi dan realibilitas yang diinginkan Samsung.

"Permasalahan pada baterai yang kami temukan menjadi penyebab utama insiden kebakaran tersebut. Namun kami tidak menemukan permasalahan pada smartphone itu sendiri," ujar Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi dalam siaran persnya.

Selain itu, Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi juga menyebut kecepatan perkembangan smartphone yang pesat selama beberapa tahun turut menyebabkan kapasitas baterai juga menjadi lebih besar.

Sehingga Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi berpendapat hal tersebut justru mengharuskan perusahaan agar lebih terfokus pada masalah keamanan dalam proses produksi perangkat mereka.

Hasil investigasi tersebut mendorong Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi mengumumkan regulasi keamanan baterai baru. Regulasi ini mengharuskan pengujian secara berkala untuk desain kemasan baterai baru selama lima tahun sejak diluncurkan, serta perusahaan lebih cepat melaporkan insiden yang dialami perangkatnya.

Penerapan peraturan ini akan dilaksanakan pada tahun depan, setelah pemerintah menyelesaikan seluruh proses pembahasan yang dibutuhkan dengan pemangku kepentingan terkait, seperti produsen ponsel dan ahli teknologi terkait dengan metode implementasi yang disepakati. 


(MMI)

In-Ear Headset H2310, Earphone Terjangkau Lain dari HP
Review Earphone

In-Ear Headset H2310, Earphone Terjangkau Lain dari HP

6 days Ago

In-Ear Headset H2310 merupakan earphone dengan harga terjangkau lain dari HP yang memberikan ku…

BERITA LAINNYA
Video /