Google Janji Pixel Lebih Aman

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 18 Nov 2016 16:33 WIB
googlegoogle pixel
Google Janji Pixel Lebih Aman
Pixel adalah ponsel buatan Google. (AP Photo/Eric Risberg)

Metrotvnews.com: Salah satu masalah besar yang ada pada Android adalah masalah keamanan. Karena itulah, Google terus berusaha untuk memperbaiki fitur keamanan pada sistem operasi buatannya, terutama pada Pixel, ponsel pertama yang dibuat oleh Google.

Google kini menjelaskan beberapa langkah yang mereka gunakan untuk meningkatkan keamanan pada Pixel, khususnya dari segi enkripsi. Sebenarnya, smartphone, baik yang berbasis iOS atau Android, telah dapat mengenkripsi storage ponsel sejak beberapa waktu lalu.

Namun, fitur enkripsi menjadi sorotan ketika FBI meminta Apple untuk meretas iPhone dalam kasus penembakan San Bernardino. Menurut Slash Gear, sejak itu, enkripsi untuk perangkat mobile telah menjadi sesuatu yang direkomendasikan, baik sebagai perlindungan dari peretasan atau untuk melindungi privasi pengguna.

Dalam Pixel, Google mengimplemetasikan FBE (File-based Encryption) dan bukannya FDE (Full Disk Encryption), yang digunakan pada sebagian besar smartphone. Sederhananya, dengan metode FBE, masing-masing file akan dienkripsi secara terpisah dan mendapatkan kunci dekripsi yang berbeda.

Ada beberapa keuntungan dari metode ini. Salah satunya, Android menjadi dapat mengendalikan tipe data terenkripsi yang berbeda dalam waktu yang berbeda. Misalnya, saat melakukan booting, Anda bisa langsung mendapatkan akses ke fungsi-fungsi penting seperti alarm dan ponsel tanpa harus menunggunya didekripsi.

Namun, penggunaan enkripsi menuntut performa tinggi dari sebuah perangkat, yang tidak menjadi masalah pada komputer, yang memiliki sumber daya lebih besar. Lain halnya dengan perangkat mobile, yang sumber dayanya sangat terbatas. 

Karena itulah, pada Pixel, Google tidak lagi menggunakan eCryptFS, yang menjadi standar industri. Sebagai gantinya, mereka menggunakan fitur enkripsi yang langsung tertanam pada Linux ext4 filesystem. Dengan begitu, Google dapat mengimplementasikan FBE dengan kecepatan yang sama seperti FDE.

Bagi Anda yang menggunakan Android selain Pixel, enkripsi FBE baru ini juga sudah tersedia selama ponsel Anda telah menggunakan Android Nougat.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.