Robot Ini Kuat Push Up karena Berkeringat

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 17 Oct 2016 16:52 WIB
robot
Robot Ini Kuat Push Up karena Berkeringat
Robot humanoid ciptaan Lab JSK Universitas Tokyo, bernama Kengoro, tengah melakukan push-up.

Metrotvnews.com: Dalam ajang IEEE/RSJ International Conference on Intelligent Robots and System (IROS) 2016, peneliti asal Jepang memamerkan ide mereka untuk mendinginkan robot humanoid dengan lebih efisien.

Ide yang dipresentasikan oleh peneliti tersebut adalah dengan merancang robot yang dapat mengeluarkan keringat berupa air dari dalam tulang mereka. Ide tersebut ditemukan dan diterapkan oleh peneliti dari Lab JSK Universitas Tokyo yang dipimpin oleh Prosesor Masayuki Inaba, pada robot humanoid karyanya, yang bernama Kengoro.

Bersama dengan robot bernama Kojiro dan Kenshiro, Kengoro merupakan bagian dari keluarga robot JSK. Kengoro adalah robot humanoid musculoskeletal dengan tinggi 1,5 meter dan berat 56 kg. Lab JSK juga membekali Kengoro dengan sejumlah komponen struktural, papan sirkuit, roda gerigi, dan 108 motor.

Komponen Kengoro yang padat mengakibatkan keterbatasan ruang untuk menambahkan pendingin air aktif dengan tabung, radiator dan kipas. Hal ini mendorong peneliti untuk mencari solusi lain dan menemukan ide untuk memanfaatkan struktur tulang robot berbahan metal sebagai sistem pendistribusi bahan pendingin.

Pendekatan ini dilakukan peneliti dengan memasangkan saluran air di bagian dalam kerangka dan mengisinya dengan air. Peneliti juga mencoba teknik pasif, memungkinkan air untuk meresap keluar melalui kerangka di sekitar motor untuk mendinginkannya sebelum menguap

Teknik pasif tersebut membuat Kengoro seolah dapat berkeringat. Kemampuan ini dimungkinkan berkat penggunaan kerangka metal khusus, yang terbuat dari bahan bubuk alumunium dan dibuat menggunakan teknik pembuatan manufaktur adiktif yang diklaim dapat mencetak struktur logam rumit.

Kengoro dapat berfungsi selama setengah hari dengan satu gelas air terdeionisasi. Seperti manusia, kandungan air dalam tubuh Kengoro juga harus terjaga, memastikan Kengoro terhindar dari dehidrasi. Hal ini ditujukan agar sistem pendinginan tetap efektif, terutama saat Kengoro bekerja keras. Sistem pendinginan ini juga memungkinkan Kengoro melakukan lebih banyak push-up saat ia berkeringat.

"Umumnya kerangka robot hanya dimanfaatkan sebagai penyokong komponen lain. Konsep kami adalah menambahkan lebih banyak fungsi pada kerangka, memanfaatkannya untuk mengalirkan air, mendinginkan, dan juga mendukung komponen lain pada saat yang sama," ujar salah satu peneliti dari Lab JSK Universitas Tokyo, Toyotaka Kozuki.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.