Bukan Mobil, Apple Cuma Garap Software Otonom

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 18 Oct 2016 13:28 WIB
apple
Bukan Mobil, Apple Cuma Garap Software Otonom
Apple dikabarkan hanya akan membuat software untuk mobil otonom. (AFP PHOTO / DON EMMERT)

Metrotvnews.com: Apple tidak lagi tertarik untuk membuat mobilnya sendiri. Hal ini berujung pada pemecatan ratusan orang, kata orang yang tahu tentang hal ini.

Dalam waktu beberapa bulan, ratusan orang dari tim pengembangan mobil -- yang terdiri dari sekitar 1.000 orang -- kini telah dipindahkan ke bagian lain, dipecat atau mengundurkan diri, kata orang tersebut, yang meminta tidak disebutkan namanya karena langkah Apple ini tidak diumumkan ke masyarakat.

Program pembuatan Apple, yang disebut Project Titan, kini fokus pada pengembangan sistem mobil otonom. Dengan begitu, Apple dapat memilih untuk bekerja sama dengan perusahaan pembuat mobil atau kembali berusaha untuk mendesain mobilnya sendiri, seperti yang dikutip dari Bloomberg

Menurut narasumber lain, Apple tidak mengurangi jumlah orang di tim pengembangan mobil karena mereka tetap mempekerjakan orang baru untuk membantu mereka mencapai tujuan baru ini.

Para eksekutif Apple telah memberikan tenggat waktu pada tim mobil yaitu tahun depan untuk membuktikan bahwa sistem mobil otonom memang dapat menghasilkan untung. Setelah itu, Apple akan menentukan apa yang akan terjadi pada tim Project Titan. 

Juru bicara Apple, Tom Neumayr menolak untuk berkomentar tentang hal ini.

Apple melakukan perubahan dan menetapkan tenggat waktu ini setelah munculnya perdebatan selama berbulan-bulan, perubahan kepemimpinan dan msalah dengan suplai untuk laboratorium mobil Apple di Sunnyvale, California.

Apple bukanlah perusahaan pertama yang akhirnya sadar bahwa kesuksesan di industri gadget dan software bukanlah jaminan kesuksesan di industri mobil. Google juga telah sadar bahwa membuat mobil sendiri menawarkan tantangan besar, mendorong mereka untuk mencari rekan.

Investor teknologi juga terlihat ragu dengan rencana untuk memasuki bisnis mobil. Mereka terbiasa mendapatkan untung dengan margin yang besar sementara perusahaan pembuat mobil harus dapat bertahan dengan keuntungan di bawah 10 persen.

"Untuk mobil berkualitas dengan merek Apple, mereka mungkin bisa mendapatkan margin untung yang cukup besar," kata Eric Paul Dennis, analis di Center for Automotive Research. "Mereka tidak ingin menurunkan kualitas mobilnya karena hal ini dapat merusak reputasi dari produk-produk mereka yang lain."


(MMI)