Pengembang Aplikasi Tiongkok Laporkan Apple ke Pemerintah, Kenapa?

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 11 Aug 2017 13:33 WIB
apple
Pengembang Aplikasi Tiongkok Laporkan Apple ke Pemerintah, Kenapa?
Apple dilaporkan kepada regulator antitrust Tiongkok dengan keluhan perilaku monopoli.

Metrotvnews.com: Apple dilaporkan kepada regulator antitrust oleh kelompok berjumlah 28 pengembang aplikasi, dengan tuduhan perilaku monopoli. Pengembang tersebut mendaftarkan tiga keluhan utama, terkait biaya, alasan penghapusan dan ketidakadilan terhadap pengembang lokal.

9to5Mac melaporkan, kelompok pengembang tersebut mendaftarkan keluhan formal didaftarkan ke dua lembaga pemerintah Tiongkok terpisah, yaitu National Development and Reform Commission and the State Administration for Industry & Commerce.

Keluhan tersebut didaftarkan oleh pengacara, Lin Wei dari Beijing Dare & Sure, yang menyebut meminta campur tangan regulator merupakan cara terbaik untuk menangani permasalahan tersebut. Tidak konsisten dan kurangnya transparansi terkait persetujuan aplikasi juga menjadi keluhan yang diajukan pengembang di Amerika Serikat.

Kepada Wall Street Journal, Apple menyebut tidak ada perbedaan terkait peraturan yang diterapkannya di berbagai negara. Selain itu, Apple juga menyebut pengembang berhak untuk meminta pengulasan ulang jika tidak setuju dengan keputusan yang diambilnya.

Kedua instansi pemerintah tersebut belum memberikan tanggapan saat dimintai komentar terkait rencana investigasi terhadap klaim tersebut. Analis menyebut permasalahan yang dihadapi Apple di Tiongkok berawal saat pemerintah mulai mengkaji perusahaan asal Amerika Serikat tersebut sebagai penyedia konten.

Pengkajian ini berpotensi menggiring Apple ke konflik lebih besar, dengan kendali informasi Tiongkok yang lebih ketat. Apple dikritik di wilayah Tiongkok dan di Amerika Serikat, akibat menuruti permintaan pemerintah untuk menghapus lebih dari 400 VPN aplikasi. Apple menyebut akan menuruti hukum yang berlaku di setiap negara.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.