Prancis Ingin Garap Kereta Otonom

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 19 Jun 2017 11:34 WIB
teknologi
Prancis Ingin Garap Kereta Otonom
Ilustrasi. (AFP/Getty Images)

Metrotvnews.com: Perusahaan kereta api negara Prancis, SNCF mengumumkan bahwa mereka tengah mencari cara untuk mengembangkan dan meluncurkan kereta api otonom yang akan beroperasi di lini TGV kereta cepat pada 2023. Kereta yang disebut "drone train" ini akan mulai dites pada 2019. 

Menurut laporan Engadget, sistem otonom ini akan ditanamkan ke kereta TGV yang sudah ada sekarang. Sistem ini terdiri dari sensor eksternal yang dapat memicu pengereman jika sensor mendeteksi ada objek yang menghalangi kereta di rel. SNCF berharap, sistem ini bisa digunakan untuk mengotomatisasi kegiatan rutin, seperti menghubungkan gerbong kereta sebelum keberangkatan. 

SNCF memperkirakan, dengan menggunakan sistem otonom ini, mereka akan dapat menjalankan 25 persen lebih banyak kereta dengan jumlah rel yang sama. Dengan begitu, waktu tunggu kereta dapat dikurangi dari 180 detik menjadi 108 detik. 

Menurut perkiraaan SNCF, layanan ini akan bisa dimulai pada 2023 dan akan mengantarkan penumpang antara Paris dan tujuan yang ada di bagian tenggara. Pada awalnya, kereta masih akan dilengkapi dengan konduktor dengan tujuan mencegah terjadinya kecelakaan jika ada masalah pada sistem. Cara ini sedikit berbeda dengan kereta bawah tanah Paris yang juga diotomatisasi tapi tidak menggunakan konduktor. 

"Ketika Anda mengotomatisasi kereta bawah tanah, Anda bisa meletakkan palang di platform dan di terowongan," ujar Deputy Director SNCF, Matthieu Chabanel pada FranceInfo. Kereta bawah tanah tidak memerlukan bantuan manusia, berbeda dengan kereta yang berjalan.

"Di tempat terbuka dengan pohon, binatang, orang yang bisa masuk ke rel," ujar Chabanel. "Karena itu, kami tetap membutuhkan konduktor utnuk mengatasi masalah di luar dugaan."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.