Remaja Ini Ciptakan Lensa dan Aplikasi untuk Deteksi Penyakit Mata

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 09 Aug 2017 14:15 WIB
teknologi
Remaja Ini Ciptakan Lensa dan Aplikasi untuk Deteksi Penyakit Mata
Penggunaan lensa dan aplikasi Eyeagnosis. (Kavya Kopparapu via IEEE Spectrum)

Metrotvnews.com: Seorang remaja perempuan membuat lensa dengan 3D printer yang jika dipasangkan ke smartphone dan digunakan dengan aplikasi dapat memberikan diagnosis awal untuk orang-orang yang mengalami retinopati diabetik, lapor IEEE Spectrum

Retinopati diabetik adalah penyebab kehilangan penghlihatan yang paling banyak ditemukan pada para pengidap diabetes. Diagnosis dari penyakit tersebut biasanya dilakukan via pemeriksaan selama 2 jam, yang memerlukan kamera khusus untuk mengambil foto retina.

Ialah Kavya Kopparapu, seorang remaja berumur 16 tahun, yang bersama timnya, berhasil melatih sistem kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi retinopati diabetik dalam foto. Dengan begitu, waktu pemeriksaan dapat dibuat menjadi jauh lebih singkat. 

Kopparapu menggunakan ilmu komputernya untuk menciptakan sistem diagnosis setelah kakeknya, yang tinggal di sebuah kota kecil di India Timur, mengalami gejala retinopati diabetik. "Kesulitan untuk mendapatkan diagnosis adalah masalah terbesar," kata Kopparapu pada IEEE. "Di India, ada program untuk mengirimkan dokter ke desa dan tempat kumuh, tapi ada begitu banyak pasien sementara jumlah dokter mata sedikit."

Saat mengembangkan aplikasi dan lensa ini, Kopparapu berbicara dengan semua ahli yang bisa dia temui, mulai dari dokter mata, peneliti syaraf sampai ahli dalam pembelajaran mesin. Timnya, yang terdiri dari saudara laki-laki dan teman sekolahnya, kemudian memilih untuk menggunakan jaringan syaraf konvolusional -- satu tipe pembejalaran mesin yang telah sukses digunakan dalam menganalisa gambar -- untuk membuat AI yang bisa memberikan diganosis. 

Tim ini kemudian memutuskan untuk menggunakan model jaringan yang dikembangkan oleh peneliti Microsoft dan menggunakan 34 ribu hasil pindaian dari database National Institutes of Health untuk melatih AI tersebut untuk mengenali penyakit mata. 

AI ini dapat mendeteksi retinopati diabetik dengan tingkat akurasi yang sama dengan dokter manusia. Pada Oktober lalu, Kopparapu bekerja sama dengan Aditya Jyot Eye Hospital di Mumbai, India untuk menguji aplikasinya, Eyeagnosis. Ketika itu, aplikasi tersebut tidak hanya bisa mendeteksi retinopati diabetik pada gambar, tapi juga pembuluh darah dan detail lain pada mata. 

Sejak saat itu, Kopparapu telah mengirimkan prototipe dari lensa smartphone buatannya ke rumah sakit. Lensa ini bekerja dengan memfokuskan flash smartphone untuk menyinari retina mata. Kemudian, sebuah foto akan diambil dan AI akan mencari tahu apakah ada tanda penyakit mata pada pasien. 

Eyeagnosis telah diuji pada 5 pasien di rumah sakit, dan dalam setiap kasus, ia memberikan diagnosis yang akurat.. Para ahli berkata, aplikasi dan lensa ini terbukti bisa diandalkan dan memiliki harga yang terjangkau. Ia memiliki potensi untuk dijual secara komersil. 


(MMI)

Video /