Imagine Cup 2017

Setelah Imagine Cup, Bagaimana Masa Depan HOAX Analyzer?

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 26 Jul 2017 01:06 WIB
microsoftimagine cup
Setelah Imagine Cup, Bagaimana Masa Depan HOAX Analyzer?
Tim CIMOL saat berada di kampus Microsoft, Seattle, Amerika Serikat

Metrotvnews.com, Seattle: Tim CIMOL asal Bandung, yang menjadi wakil Indonesia dalam Imagine Cup 2017 World Final, mengaku belum menentukan langkah apa yang akan mereka ambil untuk HOAX Analyzer nantinya. 

"Sementara kami ingin fokus untuk memenangkan lomba ini,"  kata anggota CIMOL, Feryandi Nurdiyantoro kepada Metrotvnews.com di Seattle, Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa arah pengembangan selanjutnya HOAX Analyzer akan ditentukan setelah mereka mendapatkan hasil di ajang ini.

HOAX Analyzer adalah aplikasi berbasis web yang mampu melacak satu sumber seperti gambar, tulisan atau tautan sebagai palsu atau tidak. Memanfaatkan pembelajaran mesin, aplikasi berbasis web ini akan semakin berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan.

HOAX Analyzer setidaknya memanfaatkan dua layanan Microsoft, yaitu Azure Cognitive Service dan mesin pencarian Bing. Pelacakan sumber referensi juga bisa dibantu oleh kontributor, dengan pengawasan akhir berasal dari tim internal situs ini. 

Selain bisa belajar sendiri, HOAX Analyzer juga mendukung bahasa Indonesia dan Inggris. Tidak tertutup juga kemungkinan untuk penggunaan bahasa lainnya.

Sebelum berangkat ke Seattle, Amerika Serikat, tim CIMOL mendapatkan bimbingan tambahan dari pihak internal Microsoft dan beberapa pelaku startup. Mereka juga mendapatkan dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).

Pengembangan yang terus menerus memang harus dilakukan, dan mendapatkan bantuan dari pihak lainnya. Bukan tidak mungkin jika nantinya HOAX Analyzer menjadi salah satu platform pelacak kebenaran yang sangat akurat.


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.