Imagine Cup 2017

Imagine Cup 2017 World Finals Digelar, Tim CIMOL Hadapi Tantangan Pertama

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 25 Jul 2017 01:09 WIB
microsoftimagine cup
Imagine Cup 2017 World Finals Digelar, Tim CIMOL Hadapi Tantangan Pertama
Tim CIMOL asal ITB, wakil Indonesia dalam Imagine Cup 2017 World Finals

Metrotvnews.com, Seattle: Ajang akbar tahunan Microsoft Imagine Cup 2017 World Final digelar di Seattle, Amerika Serikat.

Memasuki hari pertama untuk, Senin (24/7/2017) waktu setempat, para peserta dengan total 54 tim dari 29 negara akan berkompetisi untuk mendapatkan hadiah total USD140 ribu (sekitar Rp1,8 miliar), dan akses khusus untuk fasilitas lainnya dari Microsoft.

Tim asal Institut Teknologi Bandung, CIMOL, yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam kompetisi ini, harus mampu meyakinkan juri. Tahap pertama, para peserta akan memamerkan karya mereka di dua ruangan terpisah, Trident dan Thunder. Kedua ruangan ini akan mendapatkan kunjungan dari wartawan dan juri secara bergantian.



Setiap tim akan mendapatkan kesempatan menjelaskan karya mereka dalam waktu 10 menit kepada juri. Tim CIMOL bersaing dengan berbagai tim dari universitas di seluruh dunia dengan karyanya yang tidak kalah inovatif.

Contohnya, Negative Time, tim asal universitas BITS Pilani, India, yang menciptakan Content Holmes, yaitu solusi pengawas keluarga yang dirancang untuk melindungi anak-anak dari korban perundungan online dan konten berbau pornografi. Ada juga NeuroVoice dari Universitas Tokyo Jepang yang menciptakan aplikasi untuk menyalin suara seseorang dan mengubahnya menjadi suara milik orang lain.

Tim CIMOL menjadi wakil Indonesia dalam Imagine Cup 2017 World Finals dengan aplikasi berbasis web HOAX Analyzer. Sesuai namanya, pengguna bisa melacak kebenaran satu berita dengan memasukkan artikel atau informasi tertulis lainnya.

Situs ini kemudian akan melacak kebenaran satu berita dengan memeriksa beberapa referensi. Kelebihannya, tim CIMOL menanamkan kecerdasan buatan, sehingga akurasi pemeriksaan bisa semakin baik.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.