Pendiri Startup Sebaiknya Mengerti Coding, Kenapa?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 16 Mar 2017 17:48 WIB
startup
Pendiri Startup Sebaiknya Mengerti Coding, Kenapa?
Marketing Director Purwadhika, Mandy Purwa Hartono.

Metrotvnews.com, Tangerang: Purwadhika Startup & Coding School resmi hadir di BSD City. Purwadhika merupakan lembaga pendidikan yang mengkhususkan diri di bidang startup, coding dan Internet of Things (IoT).

Dalam acara yang diadakan di Green Office Park, Marketing Director Purwadhika, Mandy Purwa Hartono menjelaskan pentingnya seorang pendiri startup mengerti pemrograman.

Idealnya, Mandy menjelaskan, membuat startup memerlukan biaya yang tidak banyak. Jika para pendiri memiliki kemampuan untuk membuat program atau aplikasi, maka mereka dapat mengembangkan situs/aplikasi yang mereka perlukan sendiri. Dengan begitu, mereka bisa menghemat biaya. 

"Banyak founder yang tidak mengerti teknis, tidak memiliki developer, akhirnya mereka mempekerjakan developer pihak ketiga," kata Mandy. "Dan ini memakan biaya yang tidak sedikit." Sebaliknya, jika para pendiri mengerti pemrograman, mereka hanya memerlukan biaya untuk membeli domain.

Mandy menceritakan, berdasarkan pengalamannya, ada sebuah startup yang meminta developer asal India untuk membuat sebuah aplikasi mobile. Untuk itu, diperlukan biaya hingga Rp500 juta. Itu hanya untuk aplikasi versi pertama. "Bisa bayangkan biaya yang diperlukan untuk membuat versi kedua."

Selain menghemat biaya, pemahaman teknis pada pendiri startup akan menghindari masalah di masa depan, ketika startup sudah besar. "Karena kalau founder tidak mengerti teknis, mereka akan bergantung pada pihak lain." Hal ini, menurut Mandy, akan membuat pendiri bingung ketika terjadi masalah pada aplikasi atau situs.

Karena itulah, Mandy menjelaskan, di Purwadhika, sekalipun mereka menyediakan pelatihan untuk desain, mereka juga akan mengajarkan para pesertanya tentang pemprograman.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.