Sukses Retas Militer AS, HackerOne Dapat Investasi Rp532 Miliar

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 09 Feb 2017 15:32 WIB
startupcyber security
Sukses Retas Militer AS, HackerOne Dapat Investasi Rp532 Miliar
Ilustrasi hacker. (Huffington Post)

Metrotvnews.com: Tahun lalu, HackerOne sibuk mencari kelemahan di software paling sensitif yang digunakan oleh militer Amerika Serikat. Departemen Pertahanan (DoD) kini memilih HackerOne untuk menjalankan kompetisi pencarian bug yang pertama diadakan oleh pemerintah AS, yaitu Hack the Pentagon.

Dalam waktu sebulan, para hacker yang bekerja sama dengan HackerOne berhasil menemukan 138 kelemahan. Kompetisi ini memerlukan biaya USD150 ribu (Rp2 miliar) untuk diadakan tapi berhasil membantu DoD untuk menghemat lebih dari USD1 juta (Rp13,3 miliar), menurut mantan sekretaris pertahanan, Ash Carter.

Selain itu, lapor The Verge, DoD juga memberikan HackerOne kontrak senilai USD3 juta (Rp40 miliar) untuk Hack the US Army. Dalam periode antara 30 November dan 21 Desember, para peneliti keamanan yang ikut serta berhasil menemukan 118 kelemahan. Kelemahan pertama ditemukan hanya dalam waktu kurang dari 5 menit.

HackerOne adalah salah satu startup yang mengadakan perburuan bug dan kelemahan pada software sebelum ia diberitahukan pada perusahaan. Kompetisi ini dilakukan dengan mengajak para peneliti keamanan untuk menemukan kelemahan pada perusahaan yang menjadi pelanggan HackerOne. Sementara hacker yang menemukan kelemahan akan dibayar oleh HackerOne.

Hari ini, HackerOne mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan pendanaan Seri C bernilai USD40 juta (Rp532,5 miliar), yang dipimpin oleh Dragoneer Investment Group. HackerOne akan menggunakan dana ini untuk berinvestasi di pengembangan teknologi, memperluas jangkauan perusahaan dan melanjutkan untuk memperkuat komunitas hacker yang terbesar. 

Beberapa pelanggan HackerOne antara lain Adobe, Yahoo, Uber, GitHub, Twitter, Slack, Nintendo, General Motors, Airbnb dan Qualcomm.

"Bersama, kita berjuang keras dan hasilnya sudah terbukti," kata CEO HackerOne, Marten Mickos dalam pernyataan resmi. "Tidak ada software yang sempurna dan program perburuan bug adalah solusi paling efisien dan hemat untuk menemukan kelemahan pada software yang telah sampai di tangan konsumen."

Saat ini, HackerOne punya lebih dari 100 ribu hacker yang terdaftar dan telah berhasil menyelesaikan lebih dari 37 ribu kelemahan untuk lebih dari 700 pelanggan. Bayaran yang HackerOne sediakan untuk para hacker juga cukup tinggi. Sejauh ini, mereka telah memberikan hadiah lebih dari USD13 juta (Rp173 miliar) dalam kompetisi perburuan bug.


(MMI)

In-Ear Headset H2310, Earphone Terjangkau Lain dari HP
Review Earphone

In-Ear Headset H2310, Earphone Terjangkau Lain dari HP

6 days Ago

In-Ear Headset H2310 merupakan earphone dengan harga terjangkau lain dari HP yang memberikan ku…

BERITA LAINNYA
Video /