Pertumbuhan Melambat, Uber Rugi Rp14,7 Triliun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 15 Nov 2018 15:02 WIB
uber
Pertumbuhan Melambat, Uber Rugi Rp14,7 Triliun
Uber masih merugi. (Photo by Robyn Beck / AFP)

Jakarta: Uber mengalami kerugian USD1 miliar (Rp14,7 triliun) pada Q3. Pertumbuhan mereka juga terus melambat. Selama tiga kuartal hingga Q3, yang berakhir pada 30 September, Uber hanya tumbuh kurang dari sepeuluh  persen.

Kerugian Uber sebelum pajak, depresiasi, dan amortisasi mencapai USD592 juta (Rp8,7 triliun). Angka ini masih lebih kecil jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu atau jika dibandingkan dengan kuartal lalu, menurut laporan Fortune.

Seiring dengan perlambatan pertumbuhan, Uber mulai menanamkan investasi di industri lain. Perusahaan yang kini memiliki valuasi USD76 miliar (Rp1.115 triliun) itu juga menawarkan berbagai layanan lain seperti jasa pengantar makanan dan pengangkutan barang.

Pada tahun ini, mereka mengakuisisi Jump, perusahaan sepeda online. Mereka juga mengumumkan rencana mereka untuk menjadikan motor listrik dan skuter sebagai opsi kendaraan bagi para penggunanya.

Tahun 2017 adalah tahun yang penuh masalah bagi Uber. Tahun lalu, Uber harus berhadapan dengan skandal pelecehan seksual yang mendorong masyarakat untuk melakukan boikot, dan berakhir pada turunnya pendiri Travis Kalanick dari jabatan CEO.

Meskipun begitu, CEO Dara Khosrowshahi mempersiapkan perusahaan untuk IPO (Penawaran Saham Perdana) pada tahun depan.

"Untuk perusahaan dengan ukuran dan jangkauan global seperti kami, pendapatan kami kuartal ini cukup baik," kata Chief Financial Officer, Nelson Chai.

Dia lalu menegaskan "potensi besar di negara-negara seperti India dan Timur Tengah, tempat kami terus memperkuat posisi kami sebagai pemimpin pasar."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.