Hakim Batalkan Gugatan Terhadap Google

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 31 Dec 2018 12:33 WIB
google
Hakim Batalkan Gugatan Terhadap Google
Hakim pengadilan distrik Amerika Serikat membatalkan gugatan terhadap Google.

Jakarta: Pada hari Sabtu lalu, Pengadilan Distrik Amerika Serikat di Chicago membatalkan gugatan hukum terkait pelanggaran Google terhadap undang-undang Biometric Information Privacy Act yang didaftarkan pertama kali pada bulan Maret 2016 lalu.

Google dituduh menggunakan software pengenalan wajah untuk menghimpun dan menyimpan data biometrik dari foto tanpa izin. Google juga dituduh melakukan aktivitas ini secara ilegal, melalui aplikasi Google Photos.

Penggugat meminta dana kompensasi dengan jumlah total USD5 juta (Rp72,4 miliar) untuk mencakup ratusan ribu penduduk Illinois yang terdampak. Dokumen tersebut meminta Google membayarkan dana sebesar USD5.000 (Rp72,4 juta) untuk masing-masing pelanggaran yang disengaja, dan pelanggaran akibat kelalaian.

Dokumen didaftarkan Google ke pengadilan menyatakan bahwa penggugat tidak mengalami kerugian, sehingga dinilai tidak berhak untuk ganti rugi secara materi. Hakim Pengadilan Distrik Amerika Serikat Edmond Chang berpihak kepada Google.

Chang menyebut bahwa pengadilan tidak memiliki yurisdiksi pokok perkara, karena penggugat belum mengalami kerugian secara konkrit. Mosi Google yang ditujukan untuk penilaian singkat ini dikabulkan oleh hakim, sehingga gugatan dibatalkan.

Sementara itu, menyambut malam pergantian tahun, Google turut mencoba memeriahkannya melalui Doodle. Animasi yang akan Anda temukan pada halaman Google berupa dua ekor gajah berwarna ungu dengan topi berwarna kuning dan hijau.

Sedangkan, Celah autentifikasi dua faktor pada layanan Google menjadi kabar terbaru yang bisa memunculkan rasa khawatir sebagian orang. Pasalnya tidak sedikit orang yang memanfaatkan berbagai layanan Google, mulai dari Gmail dan Google Drive. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.