Motherboard di Server Amazon dan Apple Mata-Matai AS?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 05 Oct 2018 11:13 WIB
applehardwareamazon
Motherboard di Server Amazon dan Apple Mata-Matai AS?
Ukuran microchip

Jakarta: Amazon dan Apple dituduh bahwa layanan mereka selama ini memiliki celah keamanan yang digunakan Tiongkok untuk memata-matai Amerika Serikat.

Dikutip Techpowerup, ada celah keamanan di kedua server perusahan teknologi tersebut yang sebetulnya sudah dicurigai sejak 2015.

Di tahun 2015, Amazon tengan mengembangkan server untuk layanan mereka, dan salah satunya membutuhkan dukungan komponen motherboard. Motherboard yang digunakan adalah buatan Supermicro, produsen terkemuka di segmen kebutuhan server.

Supermicro sendiri merupakan perusahaan berbasis di Amerika Serikat dan Tiongkok. Pendiri dan penjabatnya keturunan Tiongkok dan memiliki fasilitas manufaktur di Taiwan.
 

Di tahun yang sama, Amazon sempat menemukan sebuah keganjilan di mothebooard buatan Supermicro yang mereka gunakan. Terdapat sebuah microchip seukuran lebih kecil dari satu butir beras dan ujung mata pensil.

Disebutkan bahwa Amazon sudah sempat melaporkannya kepada pihak berwajib Amerika Serikat khusus bidang keamanan. Microchip tersebut diklaim memiliki konektor dan memori yang bisa berfungsi dan menjalakan perintah untuk membuat celah di sistem keamanan.

Disebutkan bahwa Amazon menutup hal ini termasuk beberapa perusahaan lainnya yang menggunakan dukungan motherboard Supermicro di server mereka. Salah satunya Apple yang namanya ikut disebut.

Permasalahannya menjadi serius lantaran penggunalan layanan server Amazon sepeerti Amazon Web Service dan Apple di Amerika Serikat cukup banyak, dan motherboard Supermicro diklaim banyak digunakan di kalangan inrastruktur IT perusahaan Amerika Serikat.

Sejauh ini Amazon, Apple, dan Supermicro menolak secara keras tuduhan ini.

Hal ini semakin menambah daftar panjang pandangan negatif Amerika Serikat terhadap komponen teknologi asal Tiongkok yang dianggap menjadi alat spionase, serupa dengan kasus Huawei dan ZTE.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.