Kemenkominfo Terima Tanggapan Klarifikasi Facebook

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 10 Oct 2018 08:17 WIB
facebook
Kemenkominfo Terima Tanggapan Klarifikasi Facebook
Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut telah menerima tanggapan dari Facebook terkait surat permintaan klarifikasi.

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengumumkan telah menerima tanggapan dari Facebook terkait dengan surat permintaan klarifikasi dugaan masalah keamanan pada fitur Facebook. Masalah ini dikabarkan menjadi penyebab peretasan akun pengguna.

Tanggapan larifikasi ini diterima pada tanggal 3 Oktober lalu, dan merupakan tanggapan dari surat yang dikirimkan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika pada 1 Oktober. Pada balasannya, Facebook menyebut peretasan dilakukan oleh pelaku di luar sistem perusahaannya.

Pelaku di luar sistem perusahaan ini mendapatkan token pengguna dari celah keamanan pada fitur Facebook "View As" atau Lihat Sebagai. Token ini berupa string numerik unik, memungkinkan otentikasi akun pengguna fitur sehingga pengguna lain dapat melihat tampilan profil pengguna.

Facebook mengaku tengah berupaya untuk memperbaiki masalah dan meningkatkan perlindungan terhadap pengguna. Saat ini, Facebook juga menyebut tengah melakukan investigasi dan melakukan update berkala untuk jejaring sosial miliknya.

Selain itu, Facebook turut melakukan pengaturan ulang atau mereset token akses pengguna Facebook terdampak, sehingga pengguna harus masuk kembali ke akun Facebook mereka.

Secara global, Facebook menyebut telah melakukan reset kepada sebanyak 50 juta akun terdampak.

Facebook juga menyebut telah memberitahukan kepada pengguna yang telah masuk kembali, melalui pesan di bagian atas Kabar Berita. Facebook juga telah menonaktifkan sementara fitur Lihat Iklan, guna melakukan peninjauan keamanan secara menyeluruh.

Perusahaan jejaring sosial yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg ini juga telah menginformasikan adanya potensi penyalahgunaan data kepada penegak hukum.

Sementara itu, Kemenkominfo menyebut telah mendorong Facebook untuk mengumumkan masyarakat Indonesia terkait panduan dan perlindungan keamanan.

Kemenkominfo mengumumkan jaringan telekomunikasi seluler di wilayah terdampak bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah telah berfungsi dengan persentase sebanyak 75,65 persen atau 2665 BTS.

Sebanyak 64 unit telepon satelit juga telah didistribusikan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo kepada posko penanganan pengungsi di wilayah ini.

11 dari 19 perangkat satelit yang telah disiapkan BAKTI Kemenkominfo dilaporkan telah berfungsi di posko-posko di kota Palu. Delapan perangkat akan dipasangkan di Kota Donggala dan Sigi.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

21 hours Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.