Chrome 71 akan Blokir Iklan Jahat

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 06 Nov 2018 12:19 WIB
google
Chrome 71 akan Blokir Iklan Jahat
Chrome 71 akan dirilis pada Desember. (MI / Ramdani)

Jakarta: Google akan memblokir semua iklan jahat yang berniat menipu para pengguna Chrome. Mulai Desember, pada peluncuran Chrome 71, Google akan secara otomatis memblokir semua iklan di situs jika iklan itu memberikan pengalaman buruk bagi pengguna. 

Para pemilik situs yang khawatir situsnya akan diblokir oleh program ini akan bisa menggunakan alat Abusive Experiennces dari Google untuk mengetahui apakah iklan pada situs mereka akan menyebabkan masalah, lapor Digital Trends. 

Pada November tahun lalu, Google memperkenalkan perlindungan baru di Chrome untuk melawan metode "trik untuk klik", yaitu usaha untuk mendorong pengunjung mengunjungi situss lain yang tidak ingin mereka kunjungi untuk mencuri identitas mereka atau mendapatkan uang dari kunjungan tersebut.

Chrome 71 merupakan penerus dari sistem perlindungan yang dirilis tahun lalu itu. Pada versi terbarunya, Chrome akan mempertimbangkan apakah sebuah situs mengandung iklan menipu. Dan jika iya, maka mereka akan memblokir semua iklan pada situs itu. 

Untuk mengetahui tentang konten menipu, Google telah melakukan investigasi internal. Contoh iklan menipu adalah yang menyamarkan diri sebagai pesan peringatan dari sistem atau menggunakan tombol "X" palsu untuk mendorong pengguna mengklik tombol itu jika mereka ingin menutup pesan.

Penipuan seperti ini bisa berujung pada serangan phishing dan usaha untuk mencuri informasi dari pengguna. 

Chrome akan menghukum para pemilik situs yang menggunakan iklan jahat dengan menghapuskan semua iklan yang ada pada situs.

Situs yang tertangkap menggunakan iklan jahat memiliki waktu 30 hari untuk memperbaiki iklan yang ditandai oleh Google sebelum mereka akan menghapus semua iklan pada situs itu. 

Sayangnya, perlindungan dari Google ini hanya berlaku pada para pengguna Chrome. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.