Google Doodle Rayakan Ultah Maya Angelou ke-90, Siapa Dia?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 04 Apr 2018 16:26 WIB
google
Google Doodle Rayakan Ultah Maya Angelou ke-90, Siapa Dia?
Maya ANgelou di Google Doodle

Jakarta: Google merayakan ulang tahun Maya Angelou yang ke-90 dengan Doodle hari ini. Angelou adalah seorang penulis, penulis puisi dan juga seorang aktivis. Tulisan dan tindakannya menyentuh hidup jutaan orang. 

Terlahir dengan nama Marguerite ANnie Johnson pada 1928, Angelou mengalami tragedi ketika umurnya masih sangat muda.

Dia diperkosa ketika dia berumur tujuh tahun, yang membuatnya bisu selama lima tahun. Meskipun bisu, selama lima tahun itu, dia menjadikan buku dan puisi sebagai teman dan tempat pelariannya. 

Untuk menceritakan tentang kisah Angelou, Google bekerja sama dengan anak laki-laki Angelou, Guy Johnson dan juga Oprah Winfrey, Laverne Cox, Alicia Keys, America Ferrera dan Martina McBride. Semua orang itu terinspirasi oleh ajaran Angelou dan tersentuh oleh puisi Angelou, lapor Hello Giggles. 

"Ketika kami merayakan hari yang seharusnya menjadi ulang tahun ibu saya, saya memikirkan suara lembutnya yang mengajarkan tentang perlunya toleransi, pengertian, pengampunan dan cinta," kata Johnson dalam blog post Doodle.

"Ibu saya percaya, manusia sangat terlihat sebagai makhluk sosial ketika mereka bersatu... Menurutnya, salah satu tantangan terbesar kita adalah belajar untuk mencintai diri kita sendiri, lalu mendapatkan keberanian dan kebijaksanaan untuk mencintai orang lain."

Angelou dikenal dalam industri literatur pada 1969 ketika buku biografinya, I Know Why the Caged Bird Sings menjadi buku dengan penjualan terbaik.

Sejak saat itu, Angelou dikenal sebagai tokoh yang membela kesetaraan gender, menjadi panutan para wanita berkulit hitam, feminis dan orang-orang yang ingin mencapai kedamaian di dunia.

"Salah satu pesan utama yang ibu saya coba sampaikan adalah inklusivitas; bahwa meskipun kita memiliki etnis, agama dan budaya yang berbeda, kita memiliki lebih banyak persamaan daripada perbedaan," kata Johnson.

"Dia memandang perbedaan kita dalam bahasa, orientasi dan perspektif sebagai indikasi dari kayanya imajinasi dan kreativitas kita, dan merupakan elemen dari sifat dasar kita yang harus kita rayakan."


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.